Sejarah Peristiwa Rengasdengklok

Sejarah Peristiwa Rengasdengklok



Sejarah rengasdengklok

Halo teman-teman kali ini kita akan membahas tentang acara Rengasdengklok


Peristiwa Rengasdengklok merupakan peristiwa penting yang menjadi cikal bakal proklamasi kemerdekaan Indonesia. Berikut kronologi dan sejarah peristiwa Rengasdengklok.

Peristiwa Rengasdengklok adalah penculikan Soekarno dan Mohammad Hatta yang terjadi pada tanggal 16 Agustus 1945 atau sehari sebelum kemerdekaan. Soekarno dan Hatta dibawa ke Rengasdengklok, Karawang oleh sejumlah pemuda. Mereka didesak untuk mempercepat proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia.

Para pemuda melihat peluang besar untuk memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Pasalnya, Jepang yang saat itu menjajah Indonesia sedang berduka atas peristiwa bom di Nagasaki dan Hiroshima.

Latar Belakang Acara Rengasdengklok


Sejarah peristiwa Rengasdengklok dilatarbelakangi oleh bom atom besar-besaran yang menghancurkan Hiroshima dan Nagasaki, Jepang. Pemuda Indonesia melihat peluang besar untuk kemerdekaan Indonesia setelah Jepang kalah dari sekutu.


Dalam buku Sejarah Politik Cerdas, Pemerintahan dan Tata Negara (2009), peristiwa Rengasdengklok dilatarbelakangi oleh kekalahan Jepang dari sekutu.


Saat itu pasukan Amerika Serikat melancarkan serangan bom ke kota Hiroshima, Jepang pada tanggal 6 Agustus 1945. Kejadian ini membuat seluruh pasukan Jepang di dunia melemah.


Serangan bom lagi dari pasukan Amerika Serikat terjadi tiga hari kemudian, pada tanggal 9 Agustus 1945. Kali ini, bom atom menghancurkan kota Nagasaki. Dua bom besar ini membuat Jepang tunduk kepada sekutu.


Mendengar kabar bahwa Jepang telah menderita kekalahan, para pemuda Indonesia sangat berambisi untuk segera mendeklarasikan kemerdekaan.


Pada tanggal 12 Agustus 1945, utusan Jepang melalui Marsekal Terauchi di Dalat, Vietnam memberi tahu Soekarno dan Hatta bahwa pemerintah Jepang akan memberikan kemerdekaan kepada Indonesia.


Jepang ingin proklamasi dilakukan pada 24 Agustus. Dua hari setelah kembali dari Vietnam, Hatta memberi tahu Sutan Syahrir tentang hasil pertemuannya.

Kronologi Peristiwa Rengasdengklok


Dalam peristiwa Rengasdengklok, Soekarno-Hatta diasingkan di sebuah rumah di Rengasdengklok agar segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia dan tidak terpengaruh oleh Jepang.


Setelah mengetahui hasil pertemuan di Vietnam, Syahrir mendesak Sukarno untuk segera memproklamasikan kemerdekaan.


Di Rengasdengklok, Soekarno menyatakan bersedia menggelar proklamasi setelah dipulangkan ke Jakarta.


Dari keputusan tersebut, Ahmad Soebardjo sebagai penengah antara golongan tua dan golongan muda diutus untuk menjemput Soekarno, Hatta, Fatmawati, dan Guntur Soekarnoputra dari Rengasdengklok.


Keesokan harinya, pada tanggal 17 Agustus 1945, Soekarno dan Hatta membacakan teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia di Jalan Pegangsaan Timur nomor 56.


Teks proklamasi diketik oleh Sayuti Melik menggunakan mesin tik yang dipinjam dari kantor Kepala Perwakilan Angkatan Laut Jerman.


Pada tanggal 18 Agustus 1945, PPKI mengambil keputusan untuk mengesahkan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia yang dikenal dengan Undang-Undang Dasar 1945. Semoga bermanfaat.
Load comments