Sejarah berdirinya Indische Partij

Sejarah berdirinya Indische Partij

sejarah berdirinya indische partij

Gurusejarah.id-Zaman pergerakan nasional adalah suatu istilah yang mengacu pada ada perjuangan dalam catatan sejarah di Indonesia untuk mencapai kemerdekaan, zaman pergerakan nasional ini juga terjadi antara tahun 1908 hingga 1945.

Yang mana zaman pergerakan nasional ini dimulai ketika berdirinya suatu organisasi seperti Budi Utomo yang kemudian diikuti oleh berbagai macam organisasi lain salah satunya adalah Indische Partij atau disingkat sebagai IP.

Indisch Partij ini merupakan salah satu organisasi yang berdiri pada awal era pergerakan nasional yang dengan tegas menyatakan bahwa IP ini merupakan organisasi yang berhaluan politik. Lalu bagaimana sejarah dari berdirinya organisasi Indische Partij ini yuk simak terus penjelasan berikut ini.

Berdirinya Indische Partij

Indische Partij merupakan sebuah organisasi berhaluan politik yang didirikan oleh Ernest Douwes Dekker, Suwardi Suryaningrat atau dikenal dengan nama Ki Hajar Dewantara dan juga Cipto Mangunkusumo.

Berdirinya Indische Partij ini pada 25 Desember tahun 1912 di kota Bandung Jawa Barat. Indische Partij pada awalnya digagas oleh seorang jurnalis yang bernama Ernest Douwes Dekker atau memiliki nama lokalnya yaitu Danudirja Setiabudi yang yang menjadi pengelola surat kabar De Express.

Memasuki tahun 1912 ernest Douwes Dekker ini kemudian bertemu dengan Suwardi Suryaningrat dan juga Cipto Mangunkusumo yang saat itu telah menjadi anggota dari Budi Utomo yang telah berdiri lebih dulu yaitu pada 20 Mei tahun 1908.

Akibat terjadi konflik di internal Budi Utomo akhirnya suwardi Suryaningrat dan juga Cipto Mangunkusumo pun memutuskan untuk keluar dari organisasi tersebut, sehingga ia kemudian tertarik dengan apa yang dikatakan oleh ernest Douwes Dekker hingga akhirnya berdirilah indisch Partij pada 25 Desember tahun 1912 dan ketiga tokoh pendiri tersebut dikenal sebagai Tiga Serangkai.

Indische Partij merupakan organisasi politik pertama yang berdiri di Hindia Belanda satu-satunya kasih yang saat itu secara terang-terangan menentang pemerintah kolonial dan ingin mencapai kemerdekaan di Indonesia.

Dalam perkembangannya organisasi Indische Partij ini berhasil membuat 30 cabang dengan 730 anggota hanya dalam waktu 1 tahun saja.

Tujuan berdirinya Indische Partij

Organisasi yang memiliki semboyan Indie voor Indiers yang diartikan sebagai indonesia untuk orang Indonesia ini memiliki tujuan yaitu Indische Partij tidak lain dan tidak bukan adalah untuk merealisasikan kemerdekaan bagi bangsa Indonesia melalui jalur politik mereka bergerak.

Seiring berjalannya waktu organisasi ini pun semakin berkembang hingga anggotanya mencapai 6000 orang di tahun-tahun selanjutnya. Beberapa poin dari tujuan berdirinya organisasi ini adalah

Menyerap cita-cita penduduk Hindia Belanda dari berbagai kalangan

Memberantas diskriminasi serta kesombongan dari lingkungan sosial baik dalam pemerintahan maupun kemasyarakatan

Memberantas berbagai usaha yang mempromosikan kebencian antar agama

Mempromosikan kegiatan Pro Indonesia dalam pemerintahan

Berusaha untuk mendapatkan hak bagi seluruh masyarakat di indonesia

Meluaskan pengajaran yang berfokus pada penguatan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan.

Mencari berbagai tujuan itulah sehingga banyak yang tergabung dalam organisasi ini meskipun tidak berumur panjang namun berkat organisasi ini secara tidak langsung mereka telah memberikan pemikiran kepada masyarakat di hindia-belanda kalau itu.

Hingga kemudian muncullah surat kabar di kolam harian De Express yang berjudul Als Ik een nederlander was yang jika diartikan yaitu Andaikan aku seorang Belanda yang ditulis oleh Raden Mas Suwardi Suryaningrat.

isinya adalah menyindir pemerintah kolonial yang membuat masyarakat Indonesia kala itu sangat menderita sehingga akibat tulisan ini membuat Ki Hajar Dewantara pun ditangkap karena dianggap menghina pemerintah kolonial Belanda.

Tentu saja sahabat yang jatuh Dokter Cipto Mangunkusumo tidak akan tinggal diam kemudian Ia pun menulis dengan judul Kracht Of Vrees yang kemudian dimuat dalam surat harian De Express pada tanggal 26 Juli tahun 1913 intinya pada tulisannya tersebut Ia terus berusaha menunjukkan pemerintah Belanda akhirnya dia pun kemudian ditangkap.

Yang ikut ditangkap kemudian merekapun diasingkan di tempat yang berbeda ada. Berikan dibuang ke Belanda. Sedangkan untuk Douwes Dekker kemudian dikirim ke Kupang Nusa Tenggara Timur sedangkan untuk Dokter Cipto Mangunkusumo ia dibuang ke wilayah Banda.

Bubarnya Indische Partij

Indische Partij merupakan organisasi yang paling singkat karena setelah satu tahun berdiri, organisasi ini dianggap ilegal dan berbahaya karena pergerakan dan juga tindakannya yang sangat meresahkan pemerintah kolonial, sehingga pemimpinya yangf akrab dipanggil tiga serangkai kemudian ditangkap dan diasaingkan ke Beberapa wilayah yang berbeda.

Setelah 3 serangkai ini dikembalikan dari pengasingan sekitar tahun 1919. Para pendirinya seperti Douwes Dekker dan juga Hajar Dewantara kemudian lebih memilih untuk mengabdikan dirinya di dunia pendidikan, karena mereka menyadari bahwa kemerdekaan hanya bisa didapat dengan adanya pendidikan serta dapat membuat pola pikir masyarakat terbuka.

Ki Hajar Dewantara kemudian mendirikan taman siswa yang kemudian dikenal dengan semboyan Tut Wuri Handayani yang Sedangkan untuk Douwes Dekker ia semakin tajam dalam menulis dan menjadikan Ksatria yang berada di wilayah Sukabumi Jawa Barat,

Ia juga kemudian menulis yang namanya Max Havelaar menggunakan nama samaran Multatuli nggak airnya kemudian ia ditangkap dan dibuang ke Suriname yang menjadi wilayah pembuangan orang-orang yang asal dari Hindia Belanda kalah itu.

Akibat dari tokoh atau pendiri dari Indische Partij ini telah berpencar dan perjuangan di jalan masing-masing akhirnya membuat organisasi ini pun mengalami keruntuhan dengan sendirinya.
Load comments