Pengertian Tata surya Teori Pembentukan, Susunan dan Macam-macam Planet di tata surya

Pengertian Tata surya Teori Pembentukan, Susunan dan Macam-macam Planet di tata surya

Terbentunya Tata Surya


Pengertian Tata surya Beserta Susunan, Pembentukan dan Macam-macam Planet di dalam Tata suryaSudah kita ketahui bahwa bumi kita tercinta ini merupakan salah satu planet yang ada di tata surya. 

Dan pada tata surya kita ini terdapat susunan seperti matahari, planet, komet dan juga meteorit. Lalu bagaimana tata surya bisa terbentuk dan juga susunan dari macam-macam di tata surya tersebut. Berikut ini adalah penjelasannya.

Pengertian Tata suryaApa itu tata surya? Tata surya merupakan suatu sistem antariksa yang satu dengan yang lainnya saling terikat oleh suatu gravitasi di mana matahari merupakan pusatnya. 

Di dalam tata surya ini Terdapat delapan planet yang semuanya mengitari matahari dengan bentuk rotasinya. Planet merupakan salah satu benda langit yang mengitari matahari dengan bentuk yang paling besar.

Planet-planet tersebut kemudian mengitari matahari dengan bentuk lintasan elips yang disebut sebagai orbit planet. Dan pada orbit planet ini melalui jalur bidang yang sama.

Tata surya ini terbentuk dengan luas sekitar Rp15.000 triliun km. Sedangkan lokasi pada tata surya kita berada di Galaksi Bima Sakti yang diperkirakan telah berusia 4,6 miliar tahun dengan miliaran Bintang di dalamnya.

Dan dari sekian banyak benda langit yang terdapat pada galaksi bima sakti ini hanya Baru beberapa saja yang bisa diidentifikasi salah satunya adalah planet Bumi sebagai tempat kita berada saat ini.

Terbentuknya Tata suryaAsal usul tata surya merupakan kajian yang sangat menarik, hal ini dikarenakan terdapat banyak sekali teori-teori dalam pembentukan tata surya. Berikut ini adalah beberapa teori mengenai terbentuknya tata surya:

1. Teori kabut atau Nebula

Teori kabut atau Nebula Ini pertama kali oleh seorang filsuf yang bernama Immanuel kant. Beliau menuliskan teori ini dalam sebuah buku yang berjudul "the universal natural History And theories of The Heaven" pada tahun 1755. 

Dalam teori ini ia menyatakan bahwa terdapat kabur dan juga gas di angkasa yang memiliki rotasi secara lambat hingga kemudian membentuk suatu cakram yang datar dan juga memiliki inti massa.

Dan pada bagian tengah inti massa tersebut terdapat suhu yang sangat tinggi hingga kemudian membentuk suatu pusat pada tata surya yang kita kenal saat ini dengan nama matahari. 

Dan masa-masa yang berada di sekitar matahari tersebut kemudian berubah menjadi di planet-planet yang kemudian mengorbit pada inti masa tersebut yaitu matahari.

2. Teori awan debu

Teori awan debu dicetuskan oleh Carl Frederick von Weizsacker yang menyatakan bahwa terbentuknya tata surya ini dari suatu kumpulan gas dan juga debu yang bertebaran di angkasa. Kemudian datang juga debu ini berputar menyerupai cakram sehingga membentuk suatu planet.

Kemudian pada partikel yang berada di tengah cakram ini saling menekan sehingga menimbulkan suatu panas yang kemudian berpijar dan jadilah matahari. Kemudian bagian keluar dari cakram tersebut terpecah menjadi beberapa planet. Teori ini juga didukung oleh gerard Pieter kuiper.

3. Teori planetesimal

Teori planetesimal dicetuskan oleh forest r moulton dan Thomas C Chamberlain pada tahun 1905. Pada teori ini mereka menyampaikan bahwa matahari memang sudah ada sejak awal dan benda langit seperti planet yang mengitari matahari tersebut terjadi karena adanya gaya gravitasi yang dimiliki oleh benda langit tersebut.

Benda langit tersebut kemudian lama kelamaan akhirnya berubah menjadi suatu benda langit yang besar dan kita kenal sebagai planet.

4. Teori pasang surut

Teori selanjutnya adalah teori pasang surut, teori pasang surut dicetuskan oleh James Jenas pada tahun 1917, teori ini menyatakan bahwa bumi serta tata surya yang ada terbentuk karena adanya bintang lain yang telah mendekat ke matahari yang kemudian Saling bertabrakan dan pecahannya tersebut berubah menjadi planet.

Namun Teori ini masih diragukan kebenarannya karena pada tahun 1929 seorang astronom yang bernama Harold jeffreys dan juga Henry Norris Russel mengatakan mama tidak mungkin jika Bintang yang lain akan menabrak matahari hingga menghasilkan planet-planet.

5. Teori kondensasi

Teori kondensasi dicetuskan oleh astronom Belanda yaitu G.P. Kuiper pada tahun 1950. Teori kondensasi ini menyatakan bahwa terbentuknya tata surya ini disebabkan oleh adanya suatu bola kabut raksasa yang kemudian berputar hingga membentuk suatu cakram raksasa. Pada cakram Raksasa ini kemudian menghasilkan tata surya yang kita kenal saat ini.

6. Teori bintang kembar

Teori bintang kembar ini dicetuskan pada tahun 1956 oleh Fred hoyle. Teori ini menyampaikan kan bahwa terbentuknya tata surya ini disebabkan oleh adanya dua bintang besar yang kemudian saling berdekatan dan kemudian salah satu dari bintang tersebut meledak dan meninggalkan serpihan kecil yang kemudian membentuk suatu planet.


Susunan tata suryaSudah kita ketahui sebelumnya jika planet yang mengorbit matahari tidak berbentuk bulat atau lingkaran melainkan berbentuk elips. Dan pergerakan planet ini dinamakan sebagai orbit atau revolusi. 

Dan tentunya panjang orbit atau waktu yang diperlukan untuk melakukan satu kali revolusi berbeda-beda setiap planetnya.


Hal ini dikarenakan pengaruh dari jauh dekatnya planet tersebut dengan matahari sangat berpengaruh dari orbit yang diperlukan untuk menyelesaikan satu kali revolusi.

Dan pada tata surya ini terdapat dua kelompok planet yaitu planet luar dan juga planet dalam. Keduanya dipisahkan oleh yang namanya sabuk asteroid yaitu suatu kandungan yang terdiri dari jutaan batuan ruang angkasa.

Dan planet yang masuk dalam kategori planet dalam adalah merkurius, venus, bumi dan juga Mars. Sedangkan untuk planet luar adalah jupiter Saturnus Uranus dan juga Neptunus dengan ukuran yang jauh lebih besar daripada planet dalam.

Macam-Macam Planet di Tata Surya adalah sebagai berikut:

Merkurius
Venus
Bumi
Mars
Jupiter
Saturnus
Uranus
Neptunus

Note: Dahulu Planet Pluto di sebut sebagai Planet yang ada di Tata surya, Lalu apa sih yang menyebabkan Pluto tidak lagi dinyatakan sebagai Planet? Meskipun pada awalnya Planet Pluto ini ditemukan pertama kali pada tahun 1930 oleh Astronom asal Amerika yaitu Clayde Tombaugh. Namun sejak tahun 2006 Pluto sudah tidak lagi dinyatakan sebagai planet Ternyata hal ini disebabkan oleh beberapa hal.


Yaitu ketika diadakannya International Astronomy Union para astronom saat itu sepakat bahwa Pluto tidak masuk dalam ketogori sebagai Planet. Dimana Kategori Planet ini harus memiliki 3 ciri yaitu:
1. Planet Harus Berbentu Lingkaran (Bulat)
2. Planet harus mengitari (orbit) Matahari.
3. Planet harus mampu membersihkan Orbitnya.


Meskipun Pluto mampu memenuhi 2 kriteria namun Pluto tidak dapat membuktikan bahwa Planet ini mampu untuk membersihkan jalur Orbitnya. Sehingga para ahli kemudian menjuluki planet Pluto dengan Nama "Dwarf Planet" Planet Kerdil.

Load comments