Kehidupan manusia pada masa praaksara materi sejarah kelas 7

Kehidupan manusia pada masa praaksara materi sejarah kelas 7

Kehidupan pada masa Praaksara
 

Berikut ini adalah kehidupan manusia pada masa praaksara materi sejarah kelas 7

Gurusejarah.id-Zaman sebelum manusia mengenal tulisan dinamakan Praaksara. Zaman praaksara ini dapat disebut juga sebagai zaman prasejarah atau nirleka yang mana pada zaman ini manusia memang belum mengenal tulisan. Selain karena kehidupan yang sangat sederhana.

Pada Zaman ini manusia juga masih berpindah-pindah dan harus menyesuaikan dengan kondisi alam untuk dapat bertahan hidup. Manusia purba yang hidup pada zaman ini juga terbagi kedalam beberapa jenis yaitu Meganthropus Paleojavanicus, pithecanthropus erectus dan Homo sapiens.

Dalam kehidupan pada masa praaksara ini dibagi menjadi kedalam beberapa bagian yaitu, pada masa berburu dan meramu, masa bercocok tanam tinggal masa perundagian. Berikut ini adalah penjelasan kehidupan pada masa praaksara serta pembagian zamannya.


Masa berburu dan meramu

Pada masa ini kehidupan manusia purba Masih sangatlah sederhana. Dalam kegiatan sehari-hari mereka hanya berburu dan mengumpulkan makanan atau meramu untuk dapat bertahan hidup. Pada masa ini juga kehidupan manusia purba masih terus berpindah-pindah atau nomaden.

Mereka biasanya tinggal di dekat dengan sungai, gua rumah, padang rumput hingga berbagai tempat lainnya yang dekat dengan sumber makanan. Adapun tempat yang bisa mereka tempati dengan aman.

Pada masa ini alat-alat yang gunakan untuk berburu biasanya masih sederhana seperti terbuat dari tulang, batu hingga kayu. Peninggalan pada masa berburu dan meramu ini seperti kapak perimbas sehingga kapak genggam. Dan untuk jenis manusia purba yang hidup pada masa berburu dan meramu ini adalah pithecanthropus erectus dan juga Homo sapiens.

Masa bercocok tanam

Pada masa bercocok tanam ini manusia purba telah memulai untuk hidup menetap. Hal ini dikarenakan mereka sudah mulai tidak tergantung lagi kepada alam namun mereka Sedang berpikir bagaimana caranya untuk mengolah makanan itu dengan cara bercocok tanam di ladang. Mereka mulai belajar sedikit demi sedikit untuk menghasilkan berbagai macam jenis makanan yang bisa dihasilkan.

Pada masa ini alat-alat yang digunakan juga sudah cukup modern contohnya seperti kapak lonjong, Beliung persegi, mata panah mata tombak. Selain itu mereka juga telah menggunakan yang namanya gerabah dan juga alat yang terbuat dari kayu. Berikut ini adalah ciri-ciri kehidupan pada masa bercocok tanam:
  1. Manusia telah hidup menetap dan mulai membuat perkampungan serta kelompok keluarga.
  2. Memiliki lahan pertanian mereka sendiri.
  3. telah mengenal memelihara hewan baik untuk berburu maupun untuk makanan mereka
  4. Memiliki alat-alat yang maju daripada masa berburu dan meramu.

Masa Perundagian

Kehidupan manusia pada masa perundagian sudah lebih teratur hal ini dilihat karena mereka telah memiliki sistem kepemimpinan meskipun kegiatan seperti berburu dan juga pemeliharaan tetap dilangsungkan namun kehidupan ini sudah cukup baik. Berikut ini adalah ciri-ciri pada masa perundagian:
  • Telah memiliki susunan masyarakat yang lebih kompleks
  • Memiliki sistem pembagian kerja
  • Mampu melebur bijih besi
  • Mulai mengenal perdagangan antar pulau
kehidupan masa praaksara ini dibagi juga ke dalam beberapa zaman yaitu sebagai berikut.

Zaman Batu

Dinamakan zaman batu, karena pada zaman ini semua peralatan yang digunakan telah terbuat dari batu dari pada zaman ini juga dibagi menjadi kedalam beberapa zaman lagi yaitu sebagai berikut.

Zaman batu tua atau Paleolitikum

Pada zaman ini berlangsung sekitar 2,5 juta tahun SM. Pada masa ini semua alat yang dibuat masih sangatlah kasar namun pada masa ini ada juga peralatan yang terbuat dari kayu, tulang dan juga duri ikan.

Beberapa peralatan pada zaman ini yang ditemukan di wilayah Pacitan berupa kapak perimbas, kapak penetak, kapak genggam ataupun serpih yang digunakan untuk memotong ataupun penusuk.

Pada masa ini manusia yang hidup masih berpindah alias nomaden hal ini dikarenakan mereka masih sangat bergantung terhadap alam, sehingga biasanya mereka akan tinggal ditekan dengan Sungai, perbukitan dan beberapa tempat yang banyak dengan sumber daya makanan.

Zaman batu tengah atau Mesolithikum


Pada zaman mesolitikum ini peralatan yang digunakan telah lebih baik dari pada zaman paleolitikum. Hal ini dikarenakan pada zaman ini gunakan telah diasah meskipun belum halus. Bentuk kehidupannya juga telah menetap dan tidak bergantung kepada alam mereka biasanya akan membangun rumah mereka sendiri yang terbuat dari ranting-ranting ingat tinggal di Gua.

Beberapa peninggalan pada zaman ini seperti sisa-sisa kulit kerang atau kjokkenmodinger (sampah dapur) yang ditemukan di pantai Aceh dan juga Sumatera Utara serta di gua sampung wilayah Ponorogo.

Untuk peralatan yang mereka gunakan sendiri seperti pebble atau kapak genggam Sumatera(sumatralith). Serta Kapak pendek dan juga batu-batuan penggiling.

Pada masa ini mereka telah tinggal di gua-gua setelah mengenal pembagian sistem kerja untuk memenuhi kebutuhan mereka. Mereka juga telah mengenal seni yang biasanya dilukiskan di dinding-dinding gua yang terinspirasi dari lingkungan alam sekitar mereka contohnya adalah seperti di gua Leang pattae di wilayah Sulawesi Selatan dan juga seni Cadas di gua harimau Kota Baturaja Sumatera Selatan.

Zaman batu Muda atau Neolitikum


Pada zaman ini telah digunakan alat yang terbuat dari batu yang telah diasah dan sudah memperhatikan nilai estetika peralatan pada zaman batu muda ini ditemukan di wilayah Irian atau Indonesia bagian timur namun untuk kapak persegi banyak ditemukan di wilayah Jawa Barat yaitu Indonesia bagian barat.

Pada zaman ini kehidupan masyarakatnya sudah semakin maju, mereka juga tidak hanya hidup secara menetap saja namun mereka telah melakukan cocok tanam yang kemudian membentuk suatu perkampungan meskipun belum secara teratur.

Manusia pada saat itu juga telah mengenal sistem kepercayaan, salah satunya seperti ketika ada salah satu keluarga yang meninggal maka akan di berikan seperti hiasan, peralatan dan berbagai macam lainnya yang mereka percayai akan membantu kehidupan selanjutnya.

Zaman batu besar atau Megalitikum

Pada zaman batu besar biasanya ditemukan bangunan-bangunan perutnya besar, dan masih sangat kasar dalam proses pembuatannya. Pada masa ini banyak ditemukan di wilayah jawa, kalimantan rumah sumatera selatan hingga Sulawesi Tengah. Bangunan-bangunan terbuat dari batu besar contohnya adalah sebagai berikut:

  1. Menhir yaitu sebuah tugu batu yang dapat digunakan sebagai bentuk pemujaan arwah nenek moyang
  2. Keranda yaitu sebagai peti jenazah yang terbuat dari batu
  3. Dolmen yaitu meja dari batu yang dapat digunakan sebagai tempat untuk menyimpan sesaji
  4. Kubur batu yaitu bangunan yang dibuat dari lempengan batu sebagai tempat untuk menyimpan mayat
  5. Punden berundak yaitu bangunan yang terbuat dari batu yang disusun secara bertingkat-tingkat yang digunakan sebagai tempat untuk memuja arwah nenek moyang
  6. Arca patung biasanya arca atau patung ini digunakan sebagai bentuk pemujaan atau melambangkan nenek moyang mereka.
Zaman logam

Pada zaman logam peralatan yang digunakan telah lebih baik daripada zaman batu. Kehidupan pada zaman logam ini masih bisa kita jumpai seperti saat ini seperti peralatan dapur yang terbuat dari besi, tembaga ataupun perunggu. Berikut ini adalah beberapa bagian pada zaman logam.

Zaman perunggu

Yaitu zaman dimana banyak peralatan yang terbuat dari perunggu Contohnya seperti kapak rumah tombak kapak corong, bejana perunggu, nekara, Perhiasan dan juga Moko.

Zaman besi

Zaman besi yaitu dimana manusia telah memiliki kemampuan untuk melebur biji besi dan peralatan yang dihasilkan Contohnya seperti pisau, ombak rumah mata panah sabit, dan mata bajak.

Zaman tembaga

Untuk zaman tembaga di Indonesia tidak mengalami zaman ini, dikarenakan Tidak ditemukannya peninggalan yang terbuat dari tembaga di Indonesia sehingga setelah zaman perunggu Indonesia langsung memasuki zaman besi.

Demikianlah penjelasan mengenai sejarah kehidupan masa praaksara di Indonesia, semoga informasi ini bisa bermanfaat salam jas merah.
Load comments