Kehidupan manusia pada masa praaksara materi sejarah kelas 7

Kehidupan manusia pada masa praaksara materi sejarah kelas 7

Kehidupan pada masa Praaksara
 

Berikut ini adalah kehidupan manusia pada masa praaksara materi sejarah kelas 7

Gurusejarah.id-Zaman sebelum manusia mengenal tulisan dinamakan Praaksara. Zaman praaksara ini dapat disebut juga sebagai zaman prasejarah atau nirleka yang mana pada zaman ini manusia memang belum mengenal tulisan. Selain karena kehidupan yang sangat sederhana.

Pada Zaman ini manusia juga masih berpindah-pindah dan harus menyesuaikan dengan kondisi alam untuk dapat bertahan hidup. Manusia purba yang hidup pada zaman ini juga terbagi kedalam beberapa jenis yaitu Meganthropus Paleojavanicus, pithecanthropus erectus dan Homo sapiens.

Dalam kehidupan pada masa praaksara ini dibagi menjadi kedalam beberapa bagian yaitu, pada masa berburu dan meramu, masa bercocok tanam tinggal masa perundagian. Berikut ini adalah penjelasan kehidupan pada masa praaksara serta pembagian zamannya.


Masa berburu dan meramu

Pada masa ini kehidupan manusia purba Masih sangatlah sederhana. Dalam kegiatan sehari-hari mereka hanya berburu dan mengumpulkan makanan atau meramu untuk dapat bertahan hidup. Pada masa ini juga kehidupan manusia purba masih terus berpindah-pindah atau nomaden.

Mereka biasanya tinggal di dekat dengan sungai, gua rumah, padang rumput hingga berbagai tempat lainnya yang dekat dengan sumber makanan. Adapun tempat yang bisa mereka tempati dengan aman.

Pada masa ini alat-alat yang gunakan untuk berburu biasanya masih sederhana seperti terbuat dari tulang, batu hingga kayu. Peninggalan pada masa berburu dan meramu ini seperti kapak perimbas sehingga kapak genggam. Dan untuk jenis manusia purba yang hidup pada masa berburu dan meramu ini adalah pithecanthropus erectus dan juga Homo sapiens.

Masa bercocok tanam

Pada masa bercocok tanam ini manusia purba telah memulai untuk hidup menetap. Hal ini dikarenakan mereka sudah mulai tidak tergantung lagi kepada alam namun mereka Sedang berpikir bagaimana caranya untuk mengolah makanan itu dengan cara bercocok tanam di ladang. Mereka mulai belajar sedikit demi sedikit untuk menghasilkan berbagai macam jenis makanan yang bisa dihasilkan.

Pada masa ini alat-alat yang digunakan juga sudah cukup modern contohnya seperti kapak lonjong, Beliung persegi, mata panah mata tombak. Selain itu mereka juga telah menggunakan yang namanya gerabah dan juga alat yang terbuat dari kayu. Berikut ini adalah ciri-ciri kehidupan pada masa bercocok tanam:
  1. Manusia telah hidup menetap dan mulai membuat perkampungan serta kelompok keluarga.
  2. Memiliki lahan pertanian mereka sendiri.
  3. telah mengenal memelihara hewan baik untuk berburu maupun untuk makanan mereka
  4. Memiliki alat-alat yang maju daripada masa berburu dan meramu.

Masa Perundagian

Kehidupan manusia pada masa perundagian sudah lebih teratur hal ini dilihat karena mereka telah memiliki sistem kepemimpinan meskipun kegiatan seperti berburu dan juga pemeliharaan tetap dilangsungkan namun kehidupan ini sudah cukup baik. Berikut ini adalah ciri-ciri pada masa perundagian:
  • Telah memiliki susunan masyarakat yang lebih kompleks
  • Memiliki sistem pembagian kerja
  • Mampu melebur bijih besi
  • Mulai mengenal perdagangan antar pulau
kehidupan masa praaksara ini dibagi juga ke dalam beberapa zaman yaitu sebagai berikut.

Zaman Batu

Dinamakan zaman batu, karena pada zaman ini semua peralatan yang digunakan telah terbuat dari batu dari pada zaman ini juga dibagi menjadi kedalam beberapa zaman lagi yaitu sebagai berikut.

Zaman batu tua atau Paleolitikum

Pada zaman ini berlangsung sekitar 2,5 juta tahun SM. Pada masa ini semua alat yang dibuat masih sangatlah kasar namun pada masa ini ada juga peralatan yang terbuat dari kayu, tulang dan juga duri ikan.

Beberapa peralatan pada zaman ini yang ditemukan di wilayah Pacitan berupa kapak perimbas, kapak penetak, kapak genggam ataupun serpih yang digunakan untuk memotong ataupun penusuk.

Pada masa ini manusia yang hidup masih berpindah alias nomaden hal ini dikarenakan mereka masih sangat bergantung terhadap alam, sehingga biasanya mereka akan tinggal ditekan dengan Sungai, perbukitan dan beberapa tempat yang banyak dengan sumber daya makanan.

Zaman batu tengah atau Mesolithikum


Pada zaman mesolitikum ini peralatan yang digunakan telah lebih baik dari pada zaman paleolitikum. Hal ini dikarenakan pada zaman ini gunakan telah diasah meskipun belum halus. Bentuk kehidupannya juga telah menetap dan tidak bergantung kepada alam mereka biasanya akan membangun rumah mereka sendiri yang terbuat dari ranting-ranting ingat tinggal di Gua.

Beberapa peninggalan pada zaman ini seperti sisa-sisa kulit kerang atau kjokkenmodinger (sampah dapur) yang ditemukan di pantai Aceh dan juga Sumatera Utara serta di gua sampung wilayah Ponorogo.

Untuk peralatan yang mereka gunakan sendiri seperti pebble atau kapak genggam Sumatera(sumatralith). Serta Kapak pendek dan juga batu-batuan penggiling.

Pada masa ini mereka telah tinggal di gua-gua setelah mengenal pembagian sistem kerja untuk memenuhi kebutuhan mereka. Mereka juga telah mengenal seni yang biasanya dilukiskan di dinding-dinding gua yang terinspirasi dari lingkungan alam sekitar mereka contohnya adalah seperti di gua Leang pattae di wilayah Sulawesi Selatan dan juga seni Cadas di gua harimau Kota Baturaja Sumatera Selatan.

Zaman batu Muda atau Neolitikum


Pada zaman ini telah digunakan alat yang terbuat dari batu yang telah diasah dan sudah memperhatikan nilai estetika peralatan pada zaman batu muda ini ditemukan di wilayah Irian atau Indonesia bagian timur namun untuk kapak persegi banyak ditemukan di wilayah Jawa Barat yaitu Indonesia bagian barat.

Pada zaman ini kehidupan masyarakatnya sudah semakin maju, mereka juga tidak hanya hidup secara menetap saja namun mereka telah melakukan cocok tanam yang kemudian membentuk suatu perkampungan meskipun belum secara teratur.

Manusia pada saat itu juga telah mengenal sistem kepercayaan, salah satunya seperti ketika ada salah satu keluarga yang meninggal maka akan di berikan seperti hiasan, peralatan dan berbagai macam lainnya yang mereka percayai akan membantu kehidupan selanjutnya.

Zaman batu besar atau Megalitikum

Pada zaman batu besar biasanya ditemukan bangunan-bangunan perutnya besar, dan masih sangat kasar dalam proses pembuatannya. Pada masa ini banyak ditemukan di wilayah jawa, kalimantan rumah sumatera selatan hingga Sulawesi Tengah. Bangunan-bangunan terbuat dari batu besar contohnya adalah sebagai berikut:

  1. Menhir yaitu sebuah tugu batu yang dapat digunakan sebagai bentuk pemujaan arwah nenek moyang
  2. Keranda yaitu sebagai peti jenazah yang terbuat dari batu
  3. Dolmen yaitu meja dari batu yang dapat digunakan sebagai tempat untuk menyimpan sesaji
  4. Kubur batu yaitu bangunan yang dibuat dari lempengan batu sebagai tempat untuk menyimpan mayat
  5. Punden berundak yaitu bangunan yang terbuat dari batu yang disusun secara bertingkat-tingkat yang digunakan sebagai tempat untuk memuja arwah nenek moyang
  6. Arca patung biasanya arca atau patung ini digunakan sebagai bentuk pemujaan atau melambangkan nenek moyang mereka.
Zaman logam

Pada zaman logam peralatan yang digunakan telah lebih baik daripada zaman batu. Kehidupan pada zaman logam ini masih bisa kita jumpai seperti saat ini seperti peralatan dapur yang terbuat dari besi, tembaga ataupun perunggu. Berikut ini adalah beberapa bagian pada zaman logam.

Zaman perunggu

Yaitu zaman dimana banyak peralatan yang terbuat dari perunggu Contohnya seperti kapak rumah tombak kapak corong, bejana perunggu, nekara, Perhiasan dan juga Moko.

Zaman besi

Zaman besi yaitu dimana manusia telah memiliki kemampuan untuk melebur biji besi dan peralatan yang dihasilkan Contohnya seperti pisau, ombak rumah mata panah sabit, dan mata bajak.

Zaman tembaga

Untuk zaman tembaga di Indonesia tidak mengalami zaman ini, dikarenakan Tidak ditemukannya peninggalan yang terbuat dari tembaga di Indonesia sehingga setelah zaman perunggu Indonesia langsung memasuki zaman besi.

Demikianlah penjelasan mengenai sejarah kehidupan masa praaksara di Indonesia, semoga informasi ini bisa bermanfaat salam jas merah.
Peradaban Hindu Budha di Indonesia materi sejarah kelas 7

Peradaban Hindu Budha di Indonesia materi sejarah kelas 7

Sejarah Peradaban Hindu Buddha di Indonesia

Sejarah Peradaban Hindu Budha di Indonesia materi sejarah kelas 7


Agama Hindu dan Budha sebelum masuk ke Indonesia telah lebih dulu berkembang yang di India. Perkembangan agama Hindu Budha di India ini terutama pada masa dinasti maurya. Namun ketika dinasti maurya ini mengalami kemunduran agama Hindu mulai berkembang di luar wilayah India termasuk ke Indonesia, berikut ini adalah sejarah perkembangan dari peradaban Hindu Budha di Indonesia.

1 Sejarah agama Hindu

Lahirnya agama Hindu ini merupakan bentuk sinkretisme antara kepercayaan dari bangsa Arya dan juga dari bangsa Dravida yang pada saat itu memasuki tahun 1500 sebelum Masehi penduduk asli India yaitu bangsa Dravida berhasil di tahu kan oleh bangsa Arya. Dan sejak penaklukan itulah agama hindu ini mulai lahir dan berkembang.

Dalam agama Hindu memiliki banyak Dewa namun hanya tiga dewa yang selalu dipuja oleh agama Hindu yang dikenal sebagai tri Murti yaitu Dewa Brahmana atau Dewa pencipta, dewa Siwa atau Dewa perusak, dan juga Dewa Wisnu atau Dewa pelindung. 

Dan dalam kepercayaan agama hindu ini manusia yang hidup pada masa saat ini merupakan reinkarnasi dari pada kehidupan sebelumnya dalam agama Hindu mempercayai bahwa seseorang akan dilahirkan kembali dengan Samsara atau sengsara, apabila di kehidupan sebelumnya melakukan banyak dosa atau kesalahan.

Agama hindu ini mengajarkan bahwa manusia memiliki tujuan agar dapat menyatu kembali kepada sumber dari segala sumber yang ada yaitu Brahmana. Hal ini dikarenakan hidup ini didefinisikan sebagai penderitaan sehingga tujuan dari pencapaian tertinggi adalah bagaimana orang tersebut agar tidak dilahirkan kembali supaya saya tidak menderita.

Sehingga tujuan dari manusia dilahirkan kembali dalam agama Hindu ini agar manusia tersebut memperbaiki kesalahannya hingga mencapai Nirwana yang terbebas dari segala bentuk penderitaan dan terlahir kembali. Dalam agama Hindu terdapat kasta yang membedakan antara golongan satu dan yang lainnya. 

Hal ini bertujuan untuk membedakan dan juga menjaga kemurniaan dari ras bangsa Arya yang dianggap sebagai ras terbaik oleh agama Hindu hal ini bertolak belakang dengan ras Dravida yang dianggap kasta paling rendah. Berikut ini adalah 4 kasta dalam agama Hindu.

Kasta Brahmana yaitu kasta tertinggi dalam agama Hindu kasta Brahmana ini bertugas untuk menjalankan suatu pemerintahan seperti contohnya adalah para pendeta pemuka agama dalam melaksanakan ritual keagamaan.

Kasta Ksatria yaitu itu kasta yang memiliki tugas untuk menjalankan suatu pemerintahan contohnya adalah wah para raja gomabal dan juga prajurit.

Kasta waisya yaitu kasta yang berasal dari golongan rakyat jelata seperti contohnya adalah petani dan juga para pedagang

Kasta Sudra yaitu kasta yang paling rendah Seperti contohnya adalah Budak.

2. Sejarah agama Budha

Agama Buddha sebenarnya pada awalnya bukanlah agama melainkan sebuah pemahaman yang terakhir dari perkembangan paham jadi agama Hindu. Ini juga bisa disebut sebagai buddhisme paham ini baru muncul setelah terjadinya protes terhadap perbedaan Kasta terutama terhadap kasta Brahmana yang dianggap terlalu banyak memiliki hak membedakan kedudukan seseorang sehingga masyarakat saat itu merasa tidak adil.

Kemudian paham budhisme ini mulai dikembangkan dan disebarluaskan oleh seseorang yang bernama Sidharta Budha Gautama yaitu seseorang yang berasal dari kerajaan kapilawastu dan putra dari raja suddhodana. Sidharta Budha Gautama ini termasuk keturunan dari bangsa Sakya dan Sejak saat itu paham yang ia ajarkan ini berkembang menjadi agama baru yang dikenal sebagai agama Buddha.

Dalam agama Buddha memiliki konsep untuk mengajarkan bahwa hidup adalah penderitaan dan penderitaan tersebut terjadi karena ketidaktahuan mereka atau manusia mengenai kebenaran yang Hakiki atau kebenaran mutlak. Dan terdapat jalan keluar untuk mengatasi ketidaktahuan manusia tersebut atau Awidya yaitu dengan cara melakukan atau melalui jalan kebenaran yang harus mereka atau manusia tempuh selama hidupnya.

Penganut agama Buddha ini sangat mempercayai bahwa tujuan hidup dari manusia adalah untuk menghentikan reinkarnasi karena hal tersebut merupakan penderitaan yang sifatnya sementara. Namun jika reinkarnasi itu terus dilakukan secara terus menerus maka itu disebut penderitaan yang sebenarnya sehingga agama Buddha ini mengajarkan konsep bahwa manusia harus menghindari reinkarnasi sehingga dapat mencapai Nirwana.

Orang yang terbebas dari reinkarnasi atau lahir kembali disebut sebagai moksha yang terdapat dalam buku Tripitaka dalam agama Buddha. Ternyata agama Budha ini memiliki persamaan konsep antara agama Hindu Siwa yaitu tentang konsep kebenaran yang Hakiki dimana isi konsep tersebut manusia dapat meleburkan diri kedalam yang mutlak. 

yaitu berupa kekosongan dan juga Kehampaan meskipun jalan yang mereka tempuh untuk menuju ke Sunyarupa berbeda-beda dih kedua agama tersebut akan tetapi memiliki tujuan yang sama yaitu Moksha atau agar manusia tidak dilahirkan kembali dalam mencapai Nirwana bagi bentuk kehidupan terakhir yang kekal abadi dan terlepas dari penderitaan.

Masuknya Hindu Budha budha ke Indonesia


Memasuki zaman sejarah masyarakat Indonesia ternyata telah berkembang hal ini dilihat setelah adanya corak dari kehidupan masyarakat Indonesia saat itu di bidang pertanian, perekonomian hingga penguasaan berbagai ilmu pengetahuan dan juga teknologi. Masuknya agama hindu-buddha ke indonesia ini tentunya tidak terlepas dari letak geografis Indonesia yang terletak diantara benua Asia dan Australia.

Sehingga membuat Indonesia ini sebagai salah satu wilayah yang sangat strategis dan telah ramai dikunjungi oleh para pedagang-pedagang asing terutama dari bangsa India dan juga Cina. Dan bangsa awal yang datang adalah bangsa India kemudian disusul oleh bangsa Cina untuk berdagang ke Indonesia.

Sehingga Hal inilah yang membuat pengaruh bangsa asing di Indonesia salah satunya adalah agama Buddha dan juga Hindu yang kemudian mempengaruhi berbagai bidang seperti kepandaian menulis, bangunan rumah hingga kesusastraan. Meskipun masuknya agama Hindu dan Buddha ini belum begitu jelas termasuk kapan dan siapa yang membawanya serta cara Apa agama Hindu dan Budha masuk ke Indonesia, namun menurut para ahli pengaruh dari kebudayaan Hindu dan juga Buddha ini berasal dari India yang dibagi ke dalam 5 teori.

Teori Brahmana

Teori Brahmana ini dikemukakan oleh F.D.k. Bosch yang menyatakan bahwa agama Hindu dibawa ke Indonesia oleh kaum Brahmana yang dimana kaum Brahmana ini memang sengaja didatangkan oleh raja-raja dengan tujuan agar mereka ini memiliki kekuasaan dengan cara memberikan legitimasi kepada raja-raja di Indonesia saat itu. Sehingga raja-raja memiliki kedudukan yang setara dengan raja-raja jadi India.

Teori Ksatria

Dalam Teori Ksatria dikemukakan oleh Prof. C.C. Berg yang menyatakan bahwa masuknya agama Hindu ke Indonesia dibawa oleh golongan Ksatria yang mana pada saat itu para raja yang kalah dalam peperangan kemudian menyingkir dan menetap di Indonesia sehingga para raja inilah yang kemudian menyebarkan agama Hindu di Indonesia

Teori Waisya

Pada teori Waisya ini dikemukakan oleh N.J. Krom yang menyatakan bahwa kebudayaan Hindu masuk ke Indonesia ini melalui cara perdagangan dana map sejak dahulu telah ada hubungan antara bangsa India dan juga Indonesia yang diselenggarakan oleh wangsa Waisya. Dan kemudian kasta waisya ini menikahi wanita-wanita dan kemudian menyebarkan kebudayaan Hindu di Indonesia.

Teori Sudra

Teori Sudra ini dikemukakan oleh Van Faber yang menyatakan bahwa di India saat itu telah banyak sekali peperangan sehingga menyebabkan banyak pula yang ditawan dan Indonesia ditempatkan sebagai tempat pembuangan bagi para tawanan tawanan perang yang kemudian tawanan perang inilah yang nantinya menyebarkan kebudayaan Hindu di Indonesia.

Teori Arus Balik


Teori arus balik dikemukakan oleh G,Coedes yang menyatakan bahwa pada saat itu memang telah banyak para pemuda Indonesia belajar agama Hindu dan Buddha langsung ke India dan di sanalah Mereka kemudian mendirikan suatu organisasi yang disebut sebagai Sanggha dan Setelah itu mereka kemudian kembali lagi ke Indonesia untuk menyebarkan kebudayaan agama hindu dan Budha itu di Indonesia

Demikianlah informasi mengenai sejarah perkembangan peradaban hindu-budha di Indonesia, materi selanjutnya akan membahas mengenai bagaimana masuknya pengaruh hindu-buddha ini terhadap kehidupan masyarakat di Indonesia. Semoga informasi ini bisa bermanfaat.
Pengertian Tata surya Teori Pembentukan, Susunan dan Macam-macam Planet di tata surya

Pengertian Tata surya Teori Pembentukan, Susunan dan Macam-macam Planet di tata surya

Terbentunya Tata Surya


Pengertian Tata surya Beserta Susunan, Pembentukan dan Macam-macam Planet di dalam Tata suryaSudah kita ketahui bahwa bumi kita tercinta ini merupakan salah satu planet yang ada di tata surya. 

Dan pada tata surya kita ini terdapat susunan seperti matahari, planet, komet dan juga meteorit. Lalu bagaimana tata surya bisa terbentuk dan juga susunan dari macam-macam di tata surya tersebut. Berikut ini adalah penjelasannya.

Pengertian Tata suryaApa itu tata surya? Tata surya merupakan suatu sistem antariksa yang satu dengan yang lainnya saling terikat oleh suatu gravitasi di mana matahari merupakan pusatnya. 

Di dalam tata surya ini Terdapat delapan planet yang semuanya mengitari matahari dengan bentuk rotasinya. Planet merupakan salah satu benda langit yang mengitari matahari dengan bentuk yang paling besar.

Planet-planet tersebut kemudian mengitari matahari dengan bentuk lintasan elips yang disebut sebagai orbit planet. Dan pada orbit planet ini melalui jalur bidang yang sama.

Tata surya ini terbentuk dengan luas sekitar Rp15.000 triliun km. Sedangkan lokasi pada tata surya kita berada di Galaksi Bima Sakti yang diperkirakan telah berusia 4,6 miliar tahun dengan miliaran Bintang di dalamnya.

Dan dari sekian banyak benda langit yang terdapat pada galaksi bima sakti ini hanya Baru beberapa saja yang bisa diidentifikasi salah satunya adalah planet Bumi sebagai tempat kita berada saat ini.

Terbentuknya Tata suryaAsal usul tata surya merupakan kajian yang sangat menarik, hal ini dikarenakan terdapat banyak sekali teori-teori dalam pembentukan tata surya. Berikut ini adalah beberapa teori mengenai terbentuknya tata surya:

1. Teori kabut atau Nebula

Teori kabut atau Nebula Ini pertama kali oleh seorang filsuf yang bernama Immanuel kant. Beliau menuliskan teori ini dalam sebuah buku yang berjudul "the universal natural History And theories of The Heaven" pada tahun 1755. 

Dalam teori ini ia menyatakan bahwa terdapat kabur dan juga gas di angkasa yang memiliki rotasi secara lambat hingga kemudian membentuk suatu cakram yang datar dan juga memiliki inti massa.

Dan pada bagian tengah inti massa tersebut terdapat suhu yang sangat tinggi hingga kemudian membentuk suatu pusat pada tata surya yang kita kenal saat ini dengan nama matahari. 

Dan masa-masa yang berada di sekitar matahari tersebut kemudian berubah menjadi di planet-planet yang kemudian mengorbit pada inti masa tersebut yaitu matahari.

2. Teori awan debu

Teori awan debu dicetuskan oleh Carl Frederick von Weizsacker yang menyatakan bahwa terbentuknya tata surya ini dari suatu kumpulan gas dan juga debu yang bertebaran di angkasa. Kemudian datang juga debu ini berputar menyerupai cakram sehingga membentuk suatu planet.

Kemudian pada partikel yang berada di tengah cakram ini saling menekan sehingga menimbulkan suatu panas yang kemudian berpijar dan jadilah matahari. Kemudian bagian keluar dari cakram tersebut terpecah menjadi beberapa planet. Teori ini juga didukung oleh gerard Pieter kuiper.

3. Teori planetesimal

Teori planetesimal dicetuskan oleh forest r moulton dan Thomas C Chamberlain pada tahun 1905. Pada teori ini mereka menyampaikan bahwa matahari memang sudah ada sejak awal dan benda langit seperti planet yang mengitari matahari tersebut terjadi karena adanya gaya gravitasi yang dimiliki oleh benda langit tersebut.

Benda langit tersebut kemudian lama kelamaan akhirnya berubah menjadi suatu benda langit yang besar dan kita kenal sebagai planet.

4. Teori pasang surut

Teori selanjutnya adalah teori pasang surut, teori pasang surut dicetuskan oleh James Jenas pada tahun 1917, teori ini menyatakan bahwa bumi serta tata surya yang ada terbentuk karena adanya bintang lain yang telah mendekat ke matahari yang kemudian Saling bertabrakan dan pecahannya tersebut berubah menjadi planet.

Namun Teori ini masih diragukan kebenarannya karena pada tahun 1929 seorang astronom yang bernama Harold jeffreys dan juga Henry Norris Russel mengatakan mama tidak mungkin jika Bintang yang lain akan menabrak matahari hingga menghasilkan planet-planet.

5. Teori kondensasi

Teori kondensasi dicetuskan oleh astronom Belanda yaitu G.P. Kuiper pada tahun 1950. Teori kondensasi ini menyatakan bahwa terbentuknya tata surya ini disebabkan oleh adanya suatu bola kabut raksasa yang kemudian berputar hingga membentuk suatu cakram raksasa. Pada cakram Raksasa ini kemudian menghasilkan tata surya yang kita kenal saat ini.

6. Teori bintang kembar

Teori bintang kembar ini dicetuskan pada tahun 1956 oleh Fred hoyle. Teori ini menyampaikan kan bahwa terbentuknya tata surya ini disebabkan oleh adanya dua bintang besar yang kemudian saling berdekatan dan kemudian salah satu dari bintang tersebut meledak dan meninggalkan serpihan kecil yang kemudian membentuk suatu planet.


Susunan tata suryaSudah kita ketahui sebelumnya jika planet yang mengorbit matahari tidak berbentuk bulat atau lingkaran melainkan berbentuk elips. Dan pergerakan planet ini dinamakan sebagai orbit atau revolusi. 

Dan tentunya panjang orbit atau waktu yang diperlukan untuk melakukan satu kali revolusi berbeda-beda setiap planetnya.


Hal ini dikarenakan pengaruh dari jauh dekatnya planet tersebut dengan matahari sangat berpengaruh dari orbit yang diperlukan untuk menyelesaikan satu kali revolusi.

Dan pada tata surya ini terdapat dua kelompok planet yaitu planet luar dan juga planet dalam. Keduanya dipisahkan oleh yang namanya sabuk asteroid yaitu suatu kandungan yang terdiri dari jutaan batuan ruang angkasa.

Dan planet yang masuk dalam kategori planet dalam adalah merkurius, venus, bumi dan juga Mars. Sedangkan untuk planet luar adalah jupiter Saturnus Uranus dan juga Neptunus dengan ukuran yang jauh lebih besar daripada planet dalam.

Macam-Macam Planet di Tata Surya adalah sebagai berikut:

Merkurius
Venus
Bumi
Mars
Jupiter
Saturnus
Uranus
Neptunus

Note: Dahulu Planet Pluto di sebut sebagai Planet yang ada di Tata surya, Lalu apa sih yang menyebabkan Pluto tidak lagi dinyatakan sebagai Planet? Meskipun pada awalnya Planet Pluto ini ditemukan pertama kali pada tahun 1930 oleh Astronom asal Amerika yaitu Clayde Tombaugh. Namun sejak tahun 2006 Pluto sudah tidak lagi dinyatakan sebagai planet Ternyata hal ini disebabkan oleh beberapa hal.


Yaitu ketika diadakannya International Astronomy Union para astronom saat itu sepakat bahwa Pluto tidak masuk dalam ketogori sebagai Planet. Dimana Kategori Planet ini harus memiliki 3 ciri yaitu:
1. Planet Harus Berbentu Lingkaran (Bulat)
2. Planet harus mengitari (orbit) Matahari.
3. Planet harus mampu membersihkan Orbitnya.


Meskipun Pluto mampu memenuhi 2 kriteria namun Pluto tidak dapat membuktikan bahwa Planet ini mampu untuk membersihkan jalur Orbitnya. Sehingga para ahli kemudian menjuluki planet Pluto dengan Nama "Dwarf Planet" Planet Kerdil.

Nama Planet beserta urutan, jenis dan juga Gambarnya

Nama Planet beserta urutan, jenis dan juga Gambarnya

Nama Planet beserta ukuran, jenis dan gambar

Berikut ini adalah nama-nama Planet beserta urutan, jenis dan juga gambarnya

Siapa sih yang di sini yang yang sudah mengetahui nama planet kita? Yap nama planet kita adalah Bumi, dan tahukah kalian ternyata di tata surya kita ini terdapat banyak sekali planet hingga bintang-bintang yang terbagi ke dalam beberapa Galaksi. 

Dan Bumi kita sendiri berada di Galaksi Bima Sakti yang terdiri dari sekitar 300 juta Planet, dan ditata Surya kita saat ini terdapat 8 Planet yang berotasi mengelilingi matahari. 

Planet-planet dalam tata surya kita ini ada 8 yaitu, Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus dan Neptunus. Dalam rotasinya Planet-planet itu mengelilingi matahari dan juga orbit yang berbeda-beda, berikut ini adalah nama-nama beserta dengan gambarnya.

Planet Merkurius

Planet Merkurius


Merkurius merupakan planet yang paling dekat dengan matahari dan merupakan planet yang ukurannya paling kecil di tata surya. Merkurius memiliki diameter sekitar 4879 km dan membutuhkan waktu sekitar 59 hari untuk melakukan rotasi dan 88 hari untuk melakukan revolusi. 

Planet Merkurius memiliki suhu pada siang hari mencapai 217 derajat Celcius dan ketika malam hari mencapai minus 1,73 derajat Celcius hal ini dikarenakan karena planet ini letaknya paling dekat dengan bumi.


2. Planet Venus

Planet Venus


Planet Venus merupakan planet kedua yang letaknya dekat dengan matahari setelah planet Merkurius. Planet Venus dikenal juga dengan nama planet Kejora, hal ini dikarenakan Jika dilihat dari bumi planet Venus ini tampak sangat berkilau bila dibandingkan dengan bintang.

Planet Venus ini juga biasanya tampak ketika akan menjelang matahari ataupun saat tenggelamnya matahari, planet Venus memiliki diameter sekitar 12100 km dan mempunyai jarak sekitar 108 juta km dari matahari. Planet Venus membutuhkan waktu sekitar 243 hari untuk berotasi dan membutuhkan sekitar 225 hari untuk melakukan revolusi.

3. Planet Bumi

Planet Bumi


Planet bumi merupakan satu-satunya yang saat ini bisa kita tinggali. Planet bumi merupakan planet yang memiliki kandungan yang dibutuhkan oleh makhluk hidup seperti oksigen dan juga air serta suhu dan udara yang cocok bagi kehidupan kita. Planet bumi juga memiliki pelindung alami yang disebut sebagai atmosfer. 

Atmosfer inilah yang dapat melindungi kita dari pancaran sinar matahari secara langsung dan juga melindungi bumi dari tabrakan benda asing yang dapat jatuh sewaktu-waktu. Planet bumi ini berjarak sekitar 150000000 km dari matahari dan membutuhkan sekitar 1 tahun untuk mengelilingi matahari dan membutuhkan waktu sekitar 24 jam untuk melakukan rotasi. Planet bumi ini memiliki diameter sekitar 12700 km.

4. Planet Mars

Planet Mars


Planet Mars disebut juga sebagai planet merah, hal ini dikarenakan planet Mars Jika dilihat dari bumi akan terlihat berwarna merah. Namun Meskipun demikian para ahli berpendapat bahwa planet ini memiliki banyak kesamaan dengan bumi salah satunya adalah dengan ditemukannya keberadaan air sehingga para ahli memprediksi planet Mars Ini bisa juga untuk ditinggali oleh makhluk hidup.


Planet Mars memiliki diameter sekitar 6 ribu delapan kM dan berjarak 227000000 km dari matahari. Planet Mars Ini Membutuhkan waktu sekitar 24,6 Jam untuk melakukan rotasi dan membutuhkan sekitar 687 hari untuk melakukan revolusi.

5. Planet Jupiter

Planet Jupiter


Planet Jupiter merupakan planet terbesar di tata surya kita dengan diameter sekitar 143000 km dan berjarak sekitar 778 juta km dari matahari. Planet Jupiter digolongkan sebagai planet gas, selain dari ukurannya yang sangat besar planet Jupiter dianggap memiliki gaya gravitasi yang sangat tinggi. 

Ternyata fungsi gravitasi pada planet Jupiter juga pernah menyelamatkan bumi dari tabrakan dengan benda langit lainnya Hal ini dikarenakan planet ini menghisap benda-benda langit yang lewat di dekatnya karena gaya gravitasinya yang tinggi.

Planet Jupiter jam membutuhkan waktu untuk berotasi sekitar 9,8 jam dan menghabiskan waktu sekitar 11 tahun untuk melakukan sekali revolusi.

6. Planet Saturnus

Planet Saturnus


planet Saturnus merupakan planet yang sangat unik hal ini dikarenakan planet ini memiliki cincin yang mengitari planet ini Cincin pada planet Saturnus ini terbuat dari partikel debu dan juga es, sehingga planet Saturnus dinobatkan sebagai planet paling indah dalam tata surya kita. Planet Saturnus memiliki diameter sekitar 120000 km dan berjarak sekitar 1427 juta km dari Bumi kita tercinta ini.


Planet Saturnus membutuhkan waktu sekitar 10,2 jam jam untuk melakukan rotasi dan membutuhkan sekitar 29,5 tahun untuk satu kali revolusi. Sama seperti jupiter planet Saturnus ini juga digolongkan sebagai planet gas hal ini dikarenakan karena letaknya yang jauh dari matahari sehingga mengakibatkan Suhunya sangat dingin.

7. Planet Uranus

Planet Uranus


Planet Uranus merupakan planet terjauh kedua yang ada di tata surya kita. Planet Uranus memiliki diameter sekitar 51000 kilo dan memiliki jarak sekitar 2870 juta km dari matahari. Planet Uranus membutuhkan waktu untuk berevolusi sekitar 84 tahun serta 17,2 untuk melakukan satu kali revolusi. Planet Uranus ini memiliki ciri warna kebiru-biruan hal ini dikarenakan terdapat kabut yang menyelimuti.

8. Planet Neptunus

Planet Neptunus


Planet Neptunus merupakan planet terbesar ke-4 yang ada di tata surya kita dan merupakan planet paling jauh dengan jarak sekitar 4497 juta km. Planet ini juga memiliki kesamaan dengan planet saturnus namun dia lebih berwarna kehijau-hijauan. 

Planet Neptunus Ini Membutuhkan waktu sekitar 15,2 untuk berotasi dan membutuhkan waktu sekitar 164,8 tahun untuk melakukan satu kali revolusi.

Demikianlah penjelasan mengenai jenis-jenis planet yang ada di tata surya kita beserta dengan gambarnya, planet-planet ini mengelilingi matahari sesuai dengan porosnya, semoga informasi ini bisa menambah wawasan kalian sampai jumpa di pembahasan selanjutnya.
Pengertian Sejarah dan Manfaatnya Materi kelas 10

Pengertian Sejarah dan Manfaatnya Materi kelas 10

Pengertian sejarah dan manfaatnya


Gurusejarah.id-Setiap hal yang ada di dunia ini tentunya memiliki cerita maupun sejarah yang perlu kita ketahui agar kita bisa mempelajari apa yang telah terjadi sehinga kita tidak Mengulangi kesalahan yang sama. Sejarah adalah suatu kajian mengenai berbagai macam peristiwa yang pernah terjadi di masa lampau.

Dan berbagai macam peristiwa ataupun kejadian tersebut tentunya bisa kita amati baik melalui peninggalan an seperti artefak, bukti-bukti tulis dokumentasi kebudayaan dan masih banyak lagi lainnya.
 

Pengertian sejarah secara etimologi

Sejarah berasal dari kata syajaratun yang memiliki arti sebagai pohon. Pohon disini dapat diartikan sebagai suatu yang saling berkaitan anne-marie batang pohon dahan dan juga daun yang diibaratkan seperti asal-usul rumah silsilah, kejadian atau peristiwa serta perkembangannya yang saling berkaitan.

Berikut ini adalah beberapa pengertian sejarah menurut para ahli:

Herodotus


Herodotus adalah sosok sejarawan pertama yang berasal dari Yunani bahkan ia mendapat julukan an sebagai the father of history atau yang dapat diartikan sebagai Bapak Sejarah. Menurutnya sejarah ini tidak bergerak ke arah depan melainkan bergerak seperti garis lingkaran yang tinggi rendahnya diakibatkan oleh keadaan manusia itu sendiri, dalam artian sejarah ini saling berkaitan dan bisa saja berubah tergantung dari para penyampaiannya.

Ruslan Abdul Gani

Menurut roeslan abdulgani sejarah merupakan suatu bidang ilmu yang di dalamnya dapat meneliti dan juga menyelidiki secara sistematis dan kronologis suatu perkembangan masyarakat maupun kemanusiaan di masa lampau dan juga segala kejadian-kejadian nya.
Moh Yamin

Menurut Moh Yamin sejarah adalah suatu ilmu pengetahuan yang telah disusun berdasarkan hasil penyelidikan baik peristiwa ataupun kejadian yang telah dibuktikan kebenarannya nya.

Ibnu Khaldun

Menurut Ibnu Khaldun sejarah adalah catatan tentang masyarakat maupun peradaban dunia yang berkaitan dengan perubahan-perubahan yang telah terjadi terutama di lingkungan masyarakat.

Setelah kita mengetahui Beberapa definisi dari sejarah tadi maka kita harus mengetahui juga Bagaimana cara merumuskan sejarah ini karena untuk mengungkapkan suatu kejadian ataupun peristiwa masa lampau dibutuhkan 6 perumusan sejarah yaitu sebagai berikut:

What atau apa

Yang dimaksudkan untuk menunjuk kepada peristiwa yang terjadi pada masa lampau.

Who atau siapa

Ditunjukkan untuk tokoh ataupun orang yang terlibat di dalam peristiwa sejarah

When atau kapan


Yang ditunjukkan pada waktu terjadinya peristiwa tersebut

Where atau dimana


Yang yang ditujukan kepada tempat ataupun peristiwa itu terjadi.

How atau bagaimana


Yang ditunjukkan kepada proses terjadinya suatu peristiwa tersebut.

Why atau Mengapa


Yang ditunjukkan kepada keterkaitan sebab akibat dari peristiwa tersebut.

Konsep sejarah

Setelah kita mengetahui perumusan sejarah maka langkah selanjutnya kita harus mengetahui bagaimana cara ataupun konsep sejarah, para ahli berpendapat bahwa terdapat tiga konsep utama dalam sejarah yang saling berkaitan satu sama lain, berikut ini adalah pengertian dan juga beberapa konsep sejarah.

Sejarah sebagai peristiwa

Sejarah sebagai peristiwa merupakan suatu kejadian kenyataan, aktualitas yang telah terjadi di masa lalu dan hal tersebut memang benar-benar jadi contohnya saja adalah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia yaitu pada tanggal 17 Agustus tahun 1945.

Sejarah sebagai kisah

Maksudnya sejarah sebagai kisah ini adalah suatu cerita ataupun narasi berdasarkan ingatan yang telah disusun berdasarkan tafsiran manusia terhadap kejadian atau peristiwa yang telah terjadi di di masa lampau. Namun Meskipun demikian sejarah sebagai kisah ini tentu berbeda dengan cerita biasa Karena sejarah tetap harus ditulis berdasarkan dengan fakta dan juga bukti-bukti yang sehingga sejarah ini harus disusun dengan integritas tinggi agar tetap objektif dan dapat dipercaya.

Sejarah sebagai ilmu


Sejarah sebagai ilmu membahas mengenai peristiwa fakta-fakta terjadi yang kemudian disusun secara sistematis dan metodologis berdasarkan asas, nur dan juga metode serta teknik ilmiah yang diakui oleh para ahli sejarah. Sehingga sejarah sebagai ilmu ini akan mempelajari mengenai kejadian sejarah secara aktual dan dikaji secara mendalam.
Fungsi sejarah

Menurut Kuntowijoyo sejarah tentu memiliki kegunaan utama dalam perkembangan sejarah itu sendiri mulai dari intrinsik dan juga menyumbangkan pengembangan bagi ilmu diluar sejarah yaitu ekstrinsik. Berikut ini adalah beberapa fungsi sejarah:


Fungsi intrinsik sejarah

  1. Fungsi intrinsik sejarah ini dibeberapa ke dalam beberapa bagian yaitu sebagai berikut:
  2. Sejarah sebagai ilmu
  3. Sejarah sebagai cara untuk mengetahui masa lampau
  4. Sejarah sebagai pernyataan pendapat
  5. Sejarah sebagai profesi

Fungsi ekstrinsik sejarah

Fungsi ekstrinsik sejarah ini juga dibebani ke dalam beberapa bagian yaitu sebagai berikut:

  1. Sejarah sebagai pendidikan formal
  2. Sejarah sebagai pendidikan penalaran
  3. Sejarah sebagai pendidikan politik
  4. Sejarah sebagai pendidikan perubahan
  5. Sejarah sebagai pendidikan kebijakan
  6. Sejarah sebagai pendidikan keindahan
  7. Sejarah sebagai pendidikan masa depan
  8. Sejarah sebagai rujukan
  9. Sejarah sebagai latar belakang
  10. Sejarah sebagai ilmu bantu

Manfaat sejarah bagi kehidupan

Sudah kita ketahui bahwa sejarah ini sangatlah beragam yang tentunya bisa sangat bermanfaat bagi kehidupan kita dimasa mendatang dengan adanya sejarah kita bisa mengetahui dan mempelajari berbagai hal yang pernah terjadi di masa lampau baik itu kejadian yang buruk maupun kejadian yang  menyenangkan.

Tentu saja hal tersebut tetaplah kita harus pelajari sehingga kita dapat menghindari apa yang pernah terjadi terutama dalam hal-hal yang buruk seperti perang yang tentunya akan merugikan banyak orang.

Sehingga dengan mempelajari sejarah kita bisa menghindari peristiwa mengerikan tersebut, semoga kejadian tersebut juga tidak pernah terulang lagi di masa kini maupun masa yang akan datang. Demikianlah informasi mengenai pengertian sejarah yang perlu kalian ketahui, semoga informasi ini bisa bermanfaat dan menambah wawasan kalian sampai jumpa di pembahasan selanjutnya salam jas merah.


Ciri dan Jenis Manusia Purba di Indonesia

Ciri dan Jenis Manusia Purba di Indonesia

Ciri dan jenis manusia purba di indonesia


GURUSEJARAH.ID
- Sudah kita ketahui bahwa manusia purba telah hidup ribuan hingga jutaan tahun yang lalu. Manusia purba ini terdapat berbagai macam jenis yang tersebar ke berbagai wilayah yang ada di dunia salah satunya adalah di Indonesia.

Dan mereka ini telah tersebar ke berbagai wilayah di Indonesia karena pada saat itu manusia purba ini telah hidup berpindah-pindah atau nomaden, dan tentunya kehidupan mereka ini masih sangatlah sederhana yang sangat bergantung dengan keadaan atau kondisi alam saat itu.

Sehingga hal tersebut membuat mereka harus hidup untuk menyesuaikan diri dengan alam, dan dari berbagai macam jenis manusia purba di Indonesia ini memiliki jenis dan juga ciri-cirinya yang berbeda, berikut ini adalah beberapa jenis manusia purba yang ada di Indonesia beserta dengan ciri dan juga penjelasannya.

Meganthropus Paleojavanicus


Manusia purba yang pertama diketahui di Indonesia adalah meganthropus Paleojavanicus, dinamakan Meganthropus Paleojavanicus dikarenakan manusia purba ini diperkirakan oleh para ahli merupakan manusia purba tertua yang ada di Indonesia.

Hal ini sesuai dengan namanya yaitu Megan yang berarti besar sedangkan Antropus berarti manusia sedangkan paleo berarti tua dan javanicus berarti yang berasal dari Jawa sehingga dapat diartikan sebagai manusia besar yang berasal dari Jawa.

Tentu saja penamaan tersebut tidak sembarangan karena jenis manusia purba ini merupakan yang paling besar dan paling tua, meganthropus Paleojavanicus ini ditemukan pada tahun 1936 di wilayah Sangiran tepatnya di lembah Sungai Bengawan Solo. Fosil Meganthropus ini ditemukan oleh Von koeningswald. Berikut ini adalah beberapa ciri-ciri dari manusia purba jenis meganthropus paleojavanicus:

Memiliki tulang pipi yang tebal

Memiliki bentuk tubuh yang tegap

Otot rahang yang kuat

Tulang kering yang menonjol

Memiliki bentuk kepala dengan tonjolan di belakang yang sedikit tajam

Volume otak diperkirakan 900 cc

Tidak memiliki bentuk dagu

Hidup dengan pola berkelompok

Memiliki tinggi sekitar 2 setengah meter

 

Pithecanthropus erectus 

Manusia purba yang kedua adalah Pithecanthropus erectus manusia purba jenis ini diperkirakan hidup 2 juta tahun yang lalu, hal ini berdasarkan Penemuan fosil yang telah diteliti, fosil dari Pithecanthropus erectus Ini pertama kali ditemukan di wilayah bengawan Solo daerah Trinil Ngawi oleh Eugne Dubois pada tahun 1890. Manusia Pithecanthropus erectus ini bentuknya mirip seperti kera sehingga dijuluki sebagai manusia kera berikut ini adalah ciri-ciri dari manusia purba jenis Pithecanthropus erectus:

Memiliki bentuk tubuh yang belum tegap sempurna

Bentuk hidung yang tebal

Memiliki geraham gatal gigi yang kuat

Bentuk dahi yang lebar dan menonjol

Tinggi badan sekitar 165 cm hingga 180 cm

Memiliki volume otak sekitar 750 cc hingga 1350 cc

Pithecanthropus soloensis


Sia purba jenis Pithecanthropus soloensis ditemukan di sekitar sungai Bengawan Solo dan memiliki tinggi sekitar 165 hingga 180 cm fosil Ini pertama kali ditemukan pada tahun 1931 dan 2 pada 1933 oleh openorth dan Van koeningswald. Manusia purba jenis Pithecanthropus soloensis ini memiliki ciri-ciri berikut:

Bentuk kening tebal dan sedikit menonjol

Tidak memiliki tulang dagu

Pemakan segala

Volume otak sekitar 750 cc hingga 1350 cc

Bentuk rongga mata sangat panjang

Memiliki bentuk badan tegap

Tinggi diperkirakan sekitar 165 hingga 180 cm 

Pithecanthropus Mojokertensis

Sesuai dengan namanya manusia purba jenis Pithecanthropus Mojokertensis ini ditemukan di wilayah mojokerto oleh Van koeningswald pada tahun 1939. Tinggi dari manusia purba jenis Pithecanthropus ini juga tidak berbeda jauh dengan fosil yang ditemukan di solo.

Yaitu Pithecanthropus soloensis dengan tinggi sekitar 165 hingga 180 cm. Berikut ini adalah beberapa ciri dari manusia purba jenis Pithecanthropus Mojokertensis:

Tinggi sekitar 165 hingga 180 cm

Memiliki bentuk badan yang tegap

Volume otak sekitar 750 hingga 1300cc

Memiliki bentuk kening yang menonjol

Tidak memiliki dagu

Memiliki tulang tengkorak yang tebal dan lonjong

Homo floresiensis


Menggunakan kata homo karena manusia purba jenis ini ternyata memiliki beberapa kesamaan dengan manusia modern seperti saat ini. Sehingga mereka juga bisa disebut sebagai makhluk ekonomi sesuai dengan namanya homo floresiensis ini ditemukan di wilayah Flores Nusa Tenggara Timur berikut ini adalah beberapa ciri dari manusia jenis Homo floresiensis:
Memiliki tinggi badan diperkirakan hanya 1 meter

Memiliki bentuk tengkorak kepala yang kecil

Volume otak sekitar 380 cc

Kepala yang kecil

Bentuk dahi sempit dan tidak menonjol

Homo wajakensis

Manusia purba jenis homo wajakensis diperkirakan lebih ih modern dibandingkan dengan manusia purba jenis Homo floresiensis hal ini dibuktikan ketika manusia purba jenis ini ditemukan setelah berdampingan dengan berapa peralatan yang telah modern. 

Penemunya adalah Van Ritchoten yang menemukan manusia purba ini di wilayah Tulungagung Jawa Timur, berikut ini adalah ciri dari manusia purba jenis homo wajakensis:

Memiliki bentuk wajah dan juga hidung yang lebar

Bentuk tulang pipi menonjol ke samping

Letak mulut dan hidung agak berjauhan

Memiliki tinggi diperkirakan 130 hingga 210 cm

Homo Soloensis

Hampir sama dengan pithecanthropus soloensis, manusia purba jenis Homo Soloensis ini hidup lebih modern dan ditemukan pertama kali oleh wenderlich dan juga konings Word pada tahun 1931 berikut ini adalah beberapa ciri manusia purba jenis Homo Soloensis:

Memiliki volume otak 1000 hingga 1300 cc

Tinggi badannya mencapai 130 hingga 210 cm

Berbentuk tubuh yang tegap

Homo sapiens

Manusia purba jenis homo sapien ini merupakan jenis manusia purba termuda dan di dapat dikatakan sebagai manusia modern, karena manusia purba jenis ini mendekati manusia modern seperti saat ini,.

Hal ini dikarenakan manusia purba ini telah mengenal yang namanya kehidupan bersosial serta memiliki pemikiran yang cerdas, berikut ini adalah beberapa ciri dari manusia purba jenis Homo sapiens:

Bentuk tulang wajah yang tidak menonjol

Volume otak antara 1000 hingga 1200 cc

Memiliki bentuk dan rahang gigi yang kecil

Dapat berjalan tegak

Dapat berpikir seperti layaknya manusia saat ini

Bentuk Tungkuk yang kecil

Nah itulah tadi beberapa jenis manusia purba yang ditemukan di Indonesia beserta dengan ciri-cirinya, jadi Sudah tahu kan kalau manusia purba yang hidup di Indonesia ini tidak hanya satu jenis saja namun beragam.

Namun tidak menutup kemungkinan masih ada beberapa jenis manusia purba lainnya yang ada di Indonesia, semoga informasi ini bisa bermanfaat dan jika ada waktu luang maka Jawablah pertanyaan yang akan saya sampaikan di kolom latihan dan soal di daftar menu. Terima kasih.

Sejarah berdirinya Indische Partij

Sejarah berdirinya Indische Partij

sejarah berdirinya indische partij

Gurusejarah.id-Zaman pergerakan nasional adalah suatu istilah yang mengacu pada ada perjuangan dalam catatan sejarah di Indonesia untuk mencapai kemerdekaan, zaman pergerakan nasional ini juga terjadi antara tahun 1908 hingga 1945.

Yang mana zaman pergerakan nasional ini dimulai ketika berdirinya suatu organisasi seperti Budi Utomo yang kemudian diikuti oleh berbagai macam organisasi lain salah satunya adalah Indische Partij atau disingkat sebagai IP.

Indisch Partij ini merupakan salah satu organisasi yang berdiri pada awal era pergerakan nasional yang dengan tegas menyatakan bahwa IP ini merupakan organisasi yang berhaluan politik. Lalu bagaimana sejarah dari berdirinya organisasi Indische Partij ini yuk simak terus penjelasan berikut ini.

Berdirinya Indische Partij

Indische Partij merupakan sebuah organisasi berhaluan politik yang didirikan oleh Ernest Douwes Dekker, Suwardi Suryaningrat atau dikenal dengan nama Ki Hajar Dewantara dan juga Cipto Mangunkusumo.

Berdirinya Indische Partij ini pada 25 Desember tahun 1912 di kota Bandung Jawa Barat. Indische Partij pada awalnya digagas oleh seorang jurnalis yang bernama Ernest Douwes Dekker atau memiliki nama lokalnya yaitu Danudirja Setiabudi yang yang menjadi pengelola surat kabar De Express.

Memasuki tahun 1912 ernest Douwes Dekker ini kemudian bertemu dengan Suwardi Suryaningrat dan juga Cipto Mangunkusumo yang saat itu telah menjadi anggota dari Budi Utomo yang telah berdiri lebih dulu yaitu pada 20 Mei tahun 1908.

Akibat terjadi konflik di internal Budi Utomo akhirnya suwardi Suryaningrat dan juga Cipto Mangunkusumo pun memutuskan untuk keluar dari organisasi tersebut, sehingga ia kemudian tertarik dengan apa yang dikatakan oleh ernest Douwes Dekker hingga akhirnya berdirilah indisch Partij pada 25 Desember tahun 1912 dan ketiga tokoh pendiri tersebut dikenal sebagai Tiga Serangkai.

Indische Partij merupakan organisasi politik pertama yang berdiri di Hindia Belanda satu-satunya kasih yang saat itu secara terang-terangan menentang pemerintah kolonial dan ingin mencapai kemerdekaan di Indonesia.

Dalam perkembangannya organisasi Indische Partij ini berhasil membuat 30 cabang dengan 730 anggota hanya dalam waktu 1 tahun saja.

Tujuan berdirinya Indische Partij

Organisasi yang memiliki semboyan Indie voor Indiers yang diartikan sebagai indonesia untuk orang Indonesia ini memiliki tujuan yaitu Indische Partij tidak lain dan tidak bukan adalah untuk merealisasikan kemerdekaan bagi bangsa Indonesia melalui jalur politik mereka bergerak.

Seiring berjalannya waktu organisasi ini pun semakin berkembang hingga anggotanya mencapai 6000 orang di tahun-tahun selanjutnya. Beberapa poin dari tujuan berdirinya organisasi ini adalah

Menyerap cita-cita penduduk Hindia Belanda dari berbagai kalangan

Memberantas diskriminasi serta kesombongan dari lingkungan sosial baik dalam pemerintahan maupun kemasyarakatan

Memberantas berbagai usaha yang mempromosikan kebencian antar agama

Mempromosikan kegiatan Pro Indonesia dalam pemerintahan

Berusaha untuk mendapatkan hak bagi seluruh masyarakat di indonesia

Meluaskan pengajaran yang berfokus pada penguatan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan.

Mencari berbagai tujuan itulah sehingga banyak yang tergabung dalam organisasi ini meskipun tidak berumur panjang namun berkat organisasi ini secara tidak langsung mereka telah memberikan pemikiran kepada masyarakat di hindia-belanda kalau itu.

Hingga kemudian muncullah surat kabar di kolam harian De Express yang berjudul Als Ik een nederlander was yang jika diartikan yaitu Andaikan aku seorang Belanda yang ditulis oleh Raden Mas Suwardi Suryaningrat.

isinya adalah menyindir pemerintah kolonial yang membuat masyarakat Indonesia kala itu sangat menderita sehingga akibat tulisan ini membuat Ki Hajar Dewantara pun ditangkap karena dianggap menghina pemerintah kolonial Belanda.

Tentu saja sahabat yang jatuh Dokter Cipto Mangunkusumo tidak akan tinggal diam kemudian Ia pun menulis dengan judul Kracht Of Vrees yang kemudian dimuat dalam surat harian De Express pada tanggal 26 Juli tahun 1913 intinya pada tulisannya tersebut Ia terus berusaha menunjukkan pemerintah Belanda akhirnya dia pun kemudian ditangkap.

Yang ikut ditangkap kemudian merekapun diasingkan di tempat yang berbeda ada. Berikan dibuang ke Belanda. Sedangkan untuk Douwes Dekker kemudian dikirim ke Kupang Nusa Tenggara Timur sedangkan untuk Dokter Cipto Mangunkusumo ia dibuang ke wilayah Banda.

Bubarnya Indische Partij

Indische Partij merupakan organisasi yang paling singkat karena setelah satu tahun berdiri, organisasi ini dianggap ilegal dan berbahaya karena pergerakan dan juga tindakannya yang sangat meresahkan pemerintah kolonial, sehingga pemimpinya yangf akrab dipanggil tiga serangkai kemudian ditangkap dan diasaingkan ke Beberapa wilayah yang berbeda.

Setelah 3 serangkai ini dikembalikan dari pengasingan sekitar tahun 1919. Para pendirinya seperti Douwes Dekker dan juga Hajar Dewantara kemudian lebih memilih untuk mengabdikan dirinya di dunia pendidikan, karena mereka menyadari bahwa kemerdekaan hanya bisa didapat dengan adanya pendidikan serta dapat membuat pola pikir masyarakat terbuka.

Ki Hajar Dewantara kemudian mendirikan taman siswa yang kemudian dikenal dengan semboyan Tut Wuri Handayani yang Sedangkan untuk Douwes Dekker ia semakin tajam dalam menulis dan menjadikan Ksatria yang berada di wilayah Sukabumi Jawa Barat,

Ia juga kemudian menulis yang namanya Max Havelaar menggunakan nama samaran Multatuli nggak airnya kemudian ia ditangkap dan dibuang ke Suriname yang menjadi wilayah pembuangan orang-orang yang asal dari Hindia Belanda kalah itu.

Akibat dari tokoh atau pendiri dari Indische Partij ini telah berpencar dan perjuangan di jalan masing-masing akhirnya membuat organisasi ini pun mengalami keruntuhan dengan sendirinya.
Pengertian Historiografi Sejarah beserta penjelasannya

Pengertian Historiografi Sejarah beserta penjelasannya

pengertian historiografi

Gurusejarah.id-Sudah kita ketahui, bahwa alam melakukan sebuah penelitian sejarah, tentu kita akan membutuhkan yang namanya historiografi. 

Historiografi merupakan sebuah kajian mengenai metode sejarawan untuk mengembangkan sejarah sebagai suatu disiplin akademis dan secara lebih luas.

Dapat diartikan Historiografi ini sebagai penulisan sejarah mengenai topik tertentu. Kata historiografi ini berasal dari bahasa Yunani, yaitu Historia yang berarti sejarah dan Grapfe yang berarti tulisan atau naskah.

Sehingga dapat diartikan historiografi sejarah ini merupakan suatu tulisan yang berkaitan dengan sejarah. Lalu apa saja pengertian Historiografi menurut ahli, langkah-langkah Historiografi, jenis-jenis dari Hisotriografi tersebut, berikut ini adalah Penjelasannya.

Pengertian Historiografi Secara umum historiografi ini dapat diartikan sebagian dari hasil atau karya penulisan sejarah. Historiografi ini mempunyai dua makna yang pertama sebagai penulisan sejarah atau histori Kal tim dan yang kedua Sejarah Sebagai penulisan sejarah atau historical of historical writing.

Historiografi ini juga merupakan suatu sarana untuk mengkomunikasikan sebuah hasil penelitian yang telah diungkap atau diuji secara valid dan diinterpretasi. Sehingga berdasarkan penjelasan tersebut maka dapat diartikan dalam setiap peristiwa sejarah tentu akan membutuhkan penelitian sebelum dapat disampaikan dalam bentuk historiografi sejarah.

Berikut ini adalah beberapa pengertian historiografi menurut para ahli:

Menurut Drs. Sugianto M
HumHistoriografi merupakan suatu Puncak kegiatan dalam penelitian sejarah, hal ini dilakukan setelah peneliti memilih subjek yang diminati sehingga kemudian mereka dapat mencari sumber-sumber menafsirkan informasi yang terkandung di dalamnya(sugianto, 2009).

Menurut Prof. A.Daliman M.Pd
Historiografi merupakan penulisan sejarah yang digunakan sebagai sarana dalam komunikasikan suatu hasil penelitian yang kemudian telah diungkapkan dan diuji secara verifikasi dan dapat diinterpretasikan (Daliman, 2012).

Menurut Drs. Haryono M.Pd
Historiografi merupakan sebuah kisah masa lampau yang dapat direkonstruksi kan oleh para peneliti atau sejarawan berdasarkan fakta dan juga sumber-sumber yang ada (Hayono, 1995). Setelah kita mengetahui pengertian sejarah menurut para ahli maka langkah selanjutnya adalah mengetahui bagaimana ciri-ciri dari historiografi sejarah ini, berikut ini adalah penjelasannya.

Historiografi Tradisional 

Historiografi tradisional adalah suatu penulisan sejarah yang umum dilakukan oleh para sejarawan ataupun para peneliti dan biasanya berkaitan dengan masa kerajaan Hindu Budha dan juga Islam di nusantara berikut ini adalah beberapa ciri-ciri historiografi tradisional:
Bersifat istana sentris

Bersifat regiosentris

bersifat feodalis-aristokratis

Bersifat subjektivitas tinggi

Mengandung anakronis pada penyusunannya

Historiografi kolonial 

Historiografi kolonial merupakan suatu penulisan sejarah yang muncul ketika masa kolonialisme di Indonesia biasanya di teori grafik kolonial ini adalah bertujuan untuk memperkuat kedudukan penjajahan di Indonesia berikut ini adalah beberapa ciri-ciri dari historiografi kolonial:
Mengisahkan sejarah mengenai orang Belanda di Hindia-Belanda yaitu Indonesia

Umumnya bersifat diskriminatif

Bersifat neerlandosentris atau eropasentris

Menganggap kawasan Hindia Belanda atau Indonesia tidak memiliki sejarah sebelum kedatangan bangsa mereka.

Historiografi Nasional/Modern 

Historiografi ini merupakan penulisan sejarah berdasarkan fakta-fakta yang telah dimulai melalui metode penelitian yang telah dibuktikan oleh para sejarawan. Berikut ini adalah beberapa ciri dari historiografi Nasional adalah.

  1. Hasil penulisan biasanya merupakan perbandingan yang berasal dari berbagai sumber baik itu dari masa kolonial maupun sumber lokal
  2. Memiliki cara pandang yang digunakan untuk melihat peristiwa yang tidak terpaku dalam satu Sisi melainkan dari berbagai macam sudut pandang.
  3. Biasanya penulisannya merupakan orang-orang akan di bidang kesusastraan maupun kepurbakalaan.
  4. Tidak hanya terfokus kepada orang-orang namun lebih mencakup ke berbagai aspek seperti kemanusiaan yaitu dan juga kebudayaan.

Langkah-langkah penulisan historiografi sejarah yaitu:

Dalam melakukan suatu penelitian tentu kita membutuhkan yang suatu metode atau langkah-langkah, berikut ini adalah langkah-langkah dalam penulisan historiografi sejarah.

1. Pemilihan topik

Pemilihan topik merupakan faktor penting dalam melakukan suatu penelitian sejarah sehingga dalam melakukan penelitian sejarah ini tentu membutuhkan kedekatan emosional dan kedekatan intelektual misalnya saja dalam menentukan topik para sejarawan ini mengambil topinya berdasarkan daerah asal sedangkan untuk kedekatan intelektual dapat diartikan sebagai pemahaman gagasan atau ide dari sejarawan yang terkait dengan topik atau materi yang ia pilih.

2. Heuristik atau pengumpulan sumber
Langkah kedua yaitu pengumpulan sumber, para sejarawan dituntut untuk mencari dan mengumpulkan sumber yang relevan dalam penelitiannya. Pada metode heuristik ini harus terdapat dua kritikan yaitu kritik ekstern dan juga kritik intern.

3. Kritik ekstern 
adalah suatu Konvensi tas yang digunakan untuk penyeleksian terhadap keaslian suatu dokumen meliputi kertas, gaya tulisan, huruf, bahasa dan semua penampilan luar. Sedangkan untuk kritik intern merupakan kredibilitas dari setiap penyeleksian terhadap kebenaran isi suatu dokumen.

4. Interpretasi atau Penafsiran
Setelah kita melakukan pengumpulan sumber maka langkah selanjutnya adalah melakukan interpretasi atau penafsiran, pada tahap ini sejarawan harus mampu memberi makna atau analisis serta menyatukan fakta-fakta yang diperoleh sebelumnya sehingga sangat membutuhkan imajinasi dalam setiap penulisan sejarah sehingga dapat menyatukan setiap sumber yang ada.

5. Historiografi Penulisan
Langkah terakhir yaitu melakukan penulisan kemampuan dari para sejarawan diuji melalui teori saya juga metodologi sehingga dapat berpengaruh terhadap historiografi yang dihasilkan. Sehingga dapat dikatakan historiografi ini merupakan kemampuan dari sejarawan untuk mempresentasikan atau menuliskan sehingga dapat dinikmati oleh khalayak umum. 

Fungsi dari historiografi sejarah yaitu:

a. Fungsi Genetis

Fungsi yang digunakan untuk mengungkapkan bagaimana asal-usul peristiwa yang terjadi.

b. Fungsi Didaktis

Yaitu suatu fungsi yang bertujuan untuk mendidik dalam artian terdapat suatu pelajaran atau Hikmah yang dapat diperoleh oleh para pembacanya.

c. Fungsi Pragmatis


Yaitu fungsi yang berkaitan yang bertujuan untuk melegitimasi suatu kekuasaan agar terlihat benar-benar berwibawa.

Nah itulah tadi beberapa penjelasan mengenai historiografi sejarah yang perlu kalian ketahui jika ada pertanyaan maka dapat kita sampaikan di kolom komentar sampai jumpa di pembahasan selanjutnya salam jas merah.