Sejarah dan Latar belakang Proklamasi Indonesia

Sejarah dan Latar belakang Proklamasi Indonesia

sejarah proklamasi



Gurusejarah.id-Pada Agustus 1945, posisi Jepang dalam Perang Pasifik mendekati kekalahan. Jepang kemudian menyerah kepada sekutu atas bom yang dijatuhkan di kota Hiroshima (6 Agustus 1945) dan Nagasaki (9 Agustus 1945). 

Penyebab dari jatuhnya Jepang ke tangan sekutu merupakan latar belakang penting dari sejarah proklamasi kemerdekaan Indonesia tahun 1945.

Pada dasarnya, orang Indonesia hampir tidak tahu bahwa Jepang telah menyerah. Itu karena saat itu semua radio disegel. Soekarno dan Hatta selaku pimpinan PPKI serta Radjiman Wedyodiningrat selaku bekas ketua BPUPKI.

Beliau diterbangkan ke Dalat untuk menemui Marsekal Terauchi. Belakangan dikabarkan bahwa Jepang di ambang kekalahan dan akan memberikan kemerdekaan kepada Indonesia.

Di Indonesia sendiri, pada 10 Agustus 1945, para pejuang muda bawah tanah mendengar bahwa Jepang telah menyerah kepada sekutu melalui siaran radio Sutan Syahrir.

contoh teks proklamasi asli


Kejadian Rengasdengklok


Karena terdapat pemahaman yang melibatkan golongan muda dan juga golongan tua, sehingga melatarbelakangi terjadinya peristiwa Rengasdengklok. Dikutip dari buku "Wangsit (Penangan Masalah Sulit) HOTS UTBK SBMPTN Soshum 2021" yang ditulis oleh Tim Master Tentor (2020: 463).

Yang berisi kalau saat itu para pemuda membawa Soekarno-Hatta ke Rengasdengklok untuk menjauhkan mereka dari pengaruh Jepang. Upaya para pemuda ini ditujukan untuk menekan Soekarno-Hatta agar segera memproklamasikan kemerdekaan Republik Indonesia tanpa campur tangan Jepang.


Peristiwa Rengasdengklok ini kemudian berakhir setelah Soekarno dan juga Hatta sepakat untuk segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia paling lambat tanggal 17 Agustus 1945.

Penyusunan dan Pembacaan Teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia


Dikutip dari buku Sejarah 3 SMA Kelas XII Program IPS yang ditulis oleh Sardiman (2008), perumusan teks proklamasi dilakukan pada tanggal 16 Agustus 1945 di rumah Laksamana Maeda. Teks proklamasi merupakan hasil pemikiran Soekarno, Moh. Hatta, dan Ahmad Soebardjo.


Naskah proklamasi itu kemudian ditandatangani oleh dua orang saja, yakni Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta atas nama rakyat Indonesia. Ide tersebut dikemukakan oleh seorang tokoh pemuda bernama Sukarni. Sedangkan Fatmawati berperan dalam menjahit bendera merah putih yang akan dikibarkan pada saat proklamasi kemerdekaan.

Pembacaan teks proklamasi juga dilakukan oleh Soekarno dan didampingi oleh Moh. Hatta pada pagi hari pukul 10.00 WIB tanggal 17 Agustus 1945. Itulah latar belakang sejarah proklamasi kemerdekaan Indonesia tahun 1945. Semoga informasi ini bermanfaat!
Cara Membuat Karya Ilmiah yang Baik dan Benar

Cara Membuat Karya Ilmiah yang Baik dan Benar



Cara membuat karya ilmiah yang benar

Gurusejarah.id-Halo sobat Sejarah kali ini kita akan membahas mengenai bagaimana cara membuat karya ilmiah yan baik dan benar berdasarkan pedoman pembuatannya. 

Langkah-langkah dalam pembuatan karya ilmiah sangat penting untuk diperhatikan. 

Oleh sebab itu tidak sembarangan orang bisa membuat karya ilmiah. Berikut adalah penjelasan mengenai karya ilmiah dan juga bagaimana langkah-langkah dalam membuatnya.

!. Pengertian Karya Ilmiah

Karya ilmiah adalah suatu karangan yang memaparkan pendapat, hasil dari penelitian/pengamatan dalam bidang tertentu dan disususun berdasarkan sistematika penulisan yang telah ditetapkan, serta dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya.

Berikut ini adalah Struktur atau bagaian dari karya ilmiah :

 1. Bagian-bagian karya ilmiah

Pada hakekatnya sebuah karya tulis terdiri dari dua bagian utama, yaitu badan dan pelengkap.

Tubuh terdiri dari tiga bagian sebagai berikut:
A. Pendahuluan berisi tentang latar belakang, tujuan penulisan, batasan masalah dan rumusan masalah.

B. Isi Pada bagian substantif, hal-hal terpenting yang dirumuskan pada bagian pendahuluan dijelaskan secara rinci.

C. Kesimpulan, biasanya berisi kesimpulan dan saran.

Bagian pelengkap terdiri dari:

A. Judul

B. Kata Pengantar

C. Daftar isi 

D. Daftar Pustaka

2. Langkah-Langkah Menulis Secara Ilmiah


A. Tentukan tema atau topik.

B. Mengembangkan kerangka untuk esai.

C. Mengembangkan garis besar esai dalam paragraf rinci.

Untuk memudahkan perkembangannya, kita dapat mencari dan juga mencatat informasi dari berbagai sumber buku. Seperti dari opini seseorang, judul buku, penerbit, tahun terbit, tempat terbit dan juga pengarang.

D. Mendiskusikan karya tulis yang disusun dalam hal penataan ide dan format penulisan.

E. Lengkapi bagian tulisan yang tidak sempurna.

F. Melengkapi makalah dengan halaman judul, kata pengantar, daftar isi dan daftar pustaka

G. Susun esai dengan urutan sebagai berikut:

1) Judul

2) Daftar isi dengan halaman

3) Korpus karya tulis, meliputi:

A. Pendahuluan:

b) Diskusi konten

c) Cakupan

d) Daftar Pustaka

Berikut ini hal yang perlu diperhatikan dalam penulisan daftar pustaka:


(1) Ditulis di halaman terakhir

(2) Ditulis berdasarkan abjad

(3) Tidak diberi nomor

(4) Jarak antara satu sumber bacaan dengan sumber bacaan lainnya adalah 1,5 spasi

(5) Urutkan penulisan daftar pustaka terdiri dari : 
nama pengarang, tahun terbit, judul buku, tempat terbit, dan juga nama penerbit.

Contoh Penulisan yang benar :

Badudu, J.S. 1993. Ini bahasa Indonesia yang benar I. Jakarta : PT Gramedia

Surono, 1981. Sekilas tentang Seni Sastra. Solo: tiga serangkai

Zaidan dkk 1981. Kamus Istilah Sastra. Jakarta: Balai Pustaka

Penulisan halaman dalam karya tulis juga memiliki ciri-ciri tersendiri, yaitu:

a) Pada halaman judul, kata pengantar, daftar isi dengan angka romawi huruf kecil, ditulis kanan atas.

b) Pada halaman utama dengan angka Arab, ditulis kanan atas.

c) Untuk setiap halaman judul bab, nomor halaman ditulis di tengah bawah.


Nah itulah tadi sekilah informasi  mengenai bagaimana cara membuat karya ilmiah yang baik dan benar. semoga bermanfaat. 

Apa itu RPP dan Cara Membuatnya

Apa itu RPP dan Cara Membuatnya

apa itu RPP dan cara membuatnya


Gurusejarah.id-halo sobat sejarah kali ini kita akan membahas mengenai pengertian RPP dan bagai mana langkah-langkah membuat RPP yang baik dan benar. Oleh sebab itu simak terus penjelasannya ya.


1. Apa itu RPP

RPP atau Rencana Pelaksanaan Pembelajaran tentu merupakan suatu hal wajib yang dimiliki oleh seorang guru. Adanya RPP ini tentu bisa menjadi suatu pendoman bagi guru guna melaksanakan proses pembelajaran, sesuai dengan rambu-rambu yang berlaku.


RPP dikembangkan dari silabus dalam mengarahkan kegiatan pembelajaran untuk mencapai KD atau Kompetensi Dasar. RPP juga bisa dikatakan sebagai prosedur dan pengorganisasian dalam suatu pembelajaran guna mencapai Kompetensi Inti atau KI yang telah ditetapkan dan juga dijabarkan dalam silabus.


Dalam melakukan Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran atau (RPP) tentu memiliki langkah-langkah, Berikut adalah caranya :


1. Menuliskan Identitas Mata Pelajaran

Penulisan identitas mata pelajaran, meliputi identitas sekolah, mata pelajaran, kelas/semester, alokasi waktu, dan materi atau tema.


2. Menuliskan Kompetensi Inti

Kompetensi Inti (KI) adalah tingkat kemampuan untuk mencapai Standar Kompetensi Lulusan yang harus dimiliki peserta didik pada setiap tingkat kelas atau program yang menjadi landasan Pengembangan Kompetensi Dasar.

Kompetensi Inti mencakup empat dimensi yang mencerminkan : (1) sikap spiritual; (2) sikap sosial; (3) pengetahuan; (4) dan keterampilan.


3. Menuliskan Kompetensi Dasar

Kompetensi Dasar adalah sejumlah kemampuan yang harus dikuasai peserta didik dalam mata pelajaran tertentu sebagai rujukan penyusunan indikator kompetensi.


4. Menuliskan Indikator Pencapaian Kompetensi

Indikator kompetensi adalah perilaku yang dapat diukur atau diobservasi untuk menunjukkan ketercapaian kompetensi dasar tertentu yang menjadi acuan penilaian mata pelajaran.


5. Merumuskan Tujuan Pembelajaran

Tujuan pembelajaran menggambarkan proses dan hasil belajar yang diharapkan dicapai oleh siswa sesuai dengan kompetensi dasar.

Tujuan pembelajaran dibuat berdasarkan Kompetensi Inti, Kompetensi Dasar, dan Indikator yang telah ditentukan.


6. Materi Ajar

Materi ajar memuat fakta, konsep, prinsip, dan prosedur yang relevan, dan ditulis dalam bentuk peta konsep sesuai dengan rumusan indikator pencapaian kompetensi.


7. Alokasi Waktu

Alokasi waktu ditentukan sesuai dengan keperluan untuk pencapaian Kompetensi Dasar dan beban belajar.


8. Menentukan Metode Pembelajaran

Metode pembelajaran digunakan oleh guru untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik mencapai Kompetensi Dasar atau indikator yang telah ditetapkan.


9. Penilaian Hasil Belajar

Prosedur dan instrumen penilaian hasil belajar disesuaikan dengan indikator pencapaian kompetensi dan mengacu kepada standar penilaian.


10. Menentukan Media, Alat, Bahan, dan Sumber Belajar

Penentuan sumber belajar didasarkan pada Kompetensi Inti, Kompetensi Dasar, materi ajar, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi.


11. Merumuskan Kegiatan Pembelajaran

Dalam Kegiatan pembelajaran ini terbagi dalam kegiatan pendahuluan, inti, dan juga penutup.

a. Kegiatan Pendahuluan

Pendahuluan merupakan kegiatan awal dalam suatu pertemuan pembelajaran yang ditujukan untuk membangkitkan motivasi dan memfokuskan perhatian peserta didik untuk berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran.

b. Kegiatan Inti

Kegiatan inti merupakan proses pembelajaran untuk mencapai Kompetensi Dasar. Kegiatan pembelajaran dilakukan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, dan memotivasi peserta didik.

Di dalam kegiatan inti, peserta didik diajak untuk berpartisipasi aktif, memberikan ruang yang cukup bagi kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologisnya.

c. Kegiatan Penutup

Penutup merupakan kegiatan yang dilakukan untuk mengakhiri aktivitas pembelajaran yang dapat dilakukan dalam bentuk rangkuman atau simpulan, penilaian dan refleksi, umpan balik, dan tindak lanjut.

Demikian pengertian RPP, komponen, prinsip, dan juga langkah-langkah dalam penyusunannya. Terima kasih dan semoga bisa bermanfaat.

Manfaat Pendidikan Bagi Generasi muda

Manfaat Pendidikan Bagi Generasi muda

apa mafaat pendidikan bagi generasi muda


Apa Manfaat Pendidikan Bagi generasi Muda ?

Gurusejarah.id-Halo sobat sejarah kali ini kita akan membahas seputar pentingnya pendidikan bagi kita. Karena dengan pendidikan merupakan suatu proses belajar untuk menambah pengetahuan dan juga keterampilan yang dapat kita lakukan dimana saja dan kapan saja. Pendidikan dapat diraih oleh semua orang, mulai dari anak kecil hingga orang tua. 

Pendidikan sangat penting bagi siapa saja yang ingin melatih dan mengembangkan potensi dirinya. Adanya Pendidikan tentu akan melalui proses seperti pertumbuhan dan juga perkembangan, setiap individu juga dapat menambah kreativitas, pengetahuan yang lebih, serta kepribadian yang baik dan menjadi pribadi yang bertanggung jawab tentunya.

Apakah pendidikan hanya di sekolah saja ?

Tentu saja Pendidikan ini tidak hanya dapat kita temui diligkuan sekolah. Karena setiap hal dapat kita pelajari di luar sekolah. Pendidikan dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja, bisa bersama siapa saja, Contohnya jika dalam lingkungan pendidikan formal, di sekolah-sekolah atau sebagai pendidikan terstruktur. 

Selain itu, ada juga pendidikan nonformal, Dimana pendidikan ini dilaksanakan di luar pendidikan formal, seperti lembaga kursus (bimbel), lembaga pendidikan (ekstra kurikuler), kelompok belajar dan lain-lain. Ada juga pendidikan informal, keluarga atau lokal.


Nah jika berbicara mengenai Pendidikan, tentu generasi muda saat ini merupakan suatu garda terdepan yang sangat dibutuhkan oleh negara. Karena dalam pembangunan bangsa dan sebagai generasi penerus bangsa, dengan adanya generasi seperti sekarang ini tentu akan membutuhkan keterampilan dan pengetahuan yang lebih luas untuk masa yang akan datang. 

Selain itu, pendidikan juga akan berperan penting dalam membantu negara untuk menjadi lebih maju dalam menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas. Alasan lain mengenai pentingnya pendidikan adalah untuk menciptakan semangat nasionalisme. Semakin sedikit generasi yang terdidik, semakin sedikit generasi yang memiliki semangat nasionalisme.

Nasionalisme adalah rasa memiliki terhadap suatu bangsa dan negara. Jika nasionalisme kurang, hal ini tentu dapat menyebabkan generasi muda tidak lagi peduli dengan bangsa dan juga negara di masa depan. Lebih jauh, pendidikan karakter sangat penting dalam penguatan karakter generasi muda karena mengajarkan kepada kita norma kesusilaan, norma agama dan norma lainnya. 

Dengan mengikuti semua standar tersebut, generasi muda akan memiliki karakter kuat yang dibutuhkan untuk membentuk masa depan. Oleh sebab itu sebagai genarasi muda kita wajib memiliki semangat terutama dalam belajar karena dengan pendidikan kita dapat bersaing dengan bangsa lainnya terutama dalam hal-hal yang positif. Semoga bermanfaat.
Asal-usul Bahasa Inggris Hingga mendunia

Asal-usul Bahasa Inggris Hingga mendunia

sejarah bahasa inggris hingga mendunia


Bagaimana Bahasa Inggris Bisa Mendunia 


Halo sobat Sejarah, Pasti sudah tidak asing lagikan dengan Bahasa Inggris  Ya, karena saat ini sudah banyak sekali dari kita yang mempelajari bahasa Inggris, bahkan sejak di bangku sekolah. 

Akan tetapi jika kalian berpikir bahwa mempelajari kursus bahasa Inggris sudah terdiri dari tata bahasa Inggris yang lengkap, Namun ternyata itu hanya sebagian kecil dari kurikulum umum di mana kalian akan membenamkan diri dalam sejarah yang sebagian besar dipengaruhi oleh mitos, pertempuran dan legenda di satu sisi, dan dari kehidupan sehari-hari.fungsi kelas sosial yang berbeda di sisi lain.


Sehingga menurut Encyclopedia Britannica, Jka bahasa Inggris sendiri, mulai menyebar ketika dilakukannya invasi Inggris sejak abad ke-5 M. Tiga suku Jerman, Jute, Saxon, dan Angles mencari tanah baru untuk ditaklukkan dan menyeberangi Laut Utara.

Perlu dicatat bahwa bahasa Inggris yang kita kenal dan pelajari melalui berbagai kursus bahasa Inggris saat ini tidak diciptakan karena orang Inggris berbicara dengan berbagai dialek, seperti bahasa Celtic.


Dan selama invasi, penduduk asli Inggris yang didorong ke arah utara dan juga barat ke tanah yang sekarang kita sebut Skotlandia, Irlandia, dan Wales. Sedangkan untuk Kata bahasa Inggris ini berasal dari kata Inggris Kuno yaitu Engla-land, yang secara harfiah berarti "tanah sudut" di mana mereka saat itu sudah berbicara dengan bahasa Inggris.

Inggris Kuno (abad ke-5 hingga ke-11)


Albert Baugh, seorang profesor bahasa Inggris terkemuka di University of Pennsylvania, mencatat dalam karya-karyanya yang telah diterbitkan menyatakan bahwa sekitar 85% bahasa Inggris Kuno tidak lagi diucapkan saat ini; namun, terdapat unsur-unsur yang bertahan dan kemudian membentuk dasar dari bahasa Inggris modern saat ini.

Bahasa Inggris Kuno dapat dibagi lagi menjadi:

Berdasarkan Sumber sejarah kalau sejak abad ke-5 hingga ke-7 terdapat literatur atau dokumentasi yang mengacu pada periode ini seperti contohnya rune Anglo-Saxon yang terbatas.

Kemudian pada periode selanjutnya Bahasa Inggris Kuno Awal sejak abad ke-7-10 M. Pada periode ini berisi beberapa bukti terdokumentasi paling awal dari bahasa Inggris, dengan penulis dan penyair terkenal seperti Cynewulf dan Aldhelm menjadi tokoh terkemuka di dunia sastra Anglo-Saxon yang menggunakan bahasa Inggris kuno.

Bahasa Inggris Kuno Pada akhir abad ke-10-11 M. Pada periode ini dapat dianggap sebagai fase terakhir dari Bahasa Inggris Kuno yang dibawa oleh invasi Norman ke Inggris. Periode ini berakhir dengan evolusi konsekuen bahasa Inggris ke awal bahasa Inggris Pertengahan dan Modern.

Dari perkembangan zaman Bahasa inggris semakin dikenal dan menyebar luas hingga hal tersebut kemudian menyebabkan bahasa Inggris terus berkembang seiring dengan kemajuan zaman dan telah ditetapkan sebagai bahasa internasional yang hampir digunakan diseluruh dunia.
Sejarah Peristiwa Rengasdengklok

Sejarah Peristiwa Rengasdengklok



Sejarah rengasdengklok

Halo teman-teman kali ini kita akan membahas tentang acara Rengasdengklok


Peristiwa Rengasdengklok merupakan peristiwa penting yang menjadi cikal bakal proklamasi kemerdekaan Indonesia. Berikut kronologi dan sejarah peristiwa Rengasdengklok.

Peristiwa Rengasdengklok adalah penculikan Soekarno dan Mohammad Hatta yang terjadi pada tanggal 16 Agustus 1945 atau sehari sebelum kemerdekaan. Soekarno dan Hatta dibawa ke Rengasdengklok, Karawang oleh sejumlah pemuda. Mereka didesak untuk mempercepat proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia.

Para pemuda melihat peluang besar untuk memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Pasalnya, Jepang yang saat itu menjajah Indonesia sedang berduka atas peristiwa bom di Nagasaki dan Hiroshima.

Latar Belakang Acara Rengasdengklok


Sejarah peristiwa Rengasdengklok dilatarbelakangi oleh bom atom besar-besaran yang menghancurkan Hiroshima dan Nagasaki, Jepang. Pemuda Indonesia melihat peluang besar untuk kemerdekaan Indonesia setelah Jepang kalah dari sekutu.


Dalam buku Sejarah Politik Cerdas, Pemerintahan dan Tata Negara (2009), peristiwa Rengasdengklok dilatarbelakangi oleh kekalahan Jepang dari sekutu.


Saat itu pasukan Amerika Serikat melancarkan serangan bom ke kota Hiroshima, Jepang pada tanggal 6 Agustus 1945. Kejadian ini membuat seluruh pasukan Jepang di dunia melemah.


Serangan bom lagi dari pasukan Amerika Serikat terjadi tiga hari kemudian, pada tanggal 9 Agustus 1945. Kali ini, bom atom menghancurkan kota Nagasaki. Dua bom besar ini membuat Jepang tunduk kepada sekutu.


Mendengar kabar bahwa Jepang telah menderita kekalahan, para pemuda Indonesia sangat berambisi untuk segera mendeklarasikan kemerdekaan.


Pada tanggal 12 Agustus 1945, utusan Jepang melalui Marsekal Terauchi di Dalat, Vietnam memberi tahu Soekarno dan Hatta bahwa pemerintah Jepang akan memberikan kemerdekaan kepada Indonesia.


Jepang ingin proklamasi dilakukan pada 24 Agustus. Dua hari setelah kembali dari Vietnam, Hatta memberi tahu Sutan Syahrir tentang hasil pertemuannya.

Kronologi Peristiwa Rengasdengklok


Dalam peristiwa Rengasdengklok, Soekarno-Hatta diasingkan di sebuah rumah di Rengasdengklok agar segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia dan tidak terpengaruh oleh Jepang.


Setelah mengetahui hasil pertemuan di Vietnam, Syahrir mendesak Sukarno untuk segera memproklamasikan kemerdekaan.


Di Rengasdengklok, Soekarno menyatakan bersedia menggelar proklamasi setelah dipulangkan ke Jakarta.


Dari keputusan tersebut, Ahmad Soebardjo sebagai penengah antara golongan tua dan golongan muda diutus untuk menjemput Soekarno, Hatta, Fatmawati, dan Guntur Soekarnoputra dari Rengasdengklok.


Keesokan harinya, pada tanggal 17 Agustus 1945, Soekarno dan Hatta membacakan teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia di Jalan Pegangsaan Timur nomor 56.


Teks proklamasi diketik oleh Sayuti Melik menggunakan mesin tik yang dipinjam dari kantor Kepala Perwakilan Angkatan Laut Jerman.


Pada tanggal 18 Agustus 1945, PPKI mengambil keputusan untuk mengesahkan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia yang dikenal dengan Undang-Undang Dasar 1945. Semoga bermanfaat.
 Kehidupan manusia pada masa praaksara materi sejarah kelas 7

Kehidupan manusia pada masa praaksara materi sejarah kelas 7

Kehidupan pada masa Praaksara
 

Berikut ini adalah kehidupan manusia pada masa praaksara materi sejarah kelas 7

Gurusejarah.id-Zaman sebelum manusia mengenal tulisan dinamakan Praaksara. Zaman praaksara ini dapat disebut juga sebagai zaman prasejarah atau nirleka yang mana pada zaman ini manusia memang belum mengenal tulisan. Selain karena kehidupan yang sangat sederhana.

Pada Zaman ini manusia juga masih berpindah-pindah dan harus menyesuaikan dengan kondisi alam untuk dapat bertahan hidup. Manusia purba yang hidup pada zaman ini juga terbagi kedalam beberapa jenis yaitu Meganthropus Paleojavanicus, pithecanthropus erectus dan Homo sapiens.

Dalam kehidupan pada masa praaksara ini dibagi menjadi kedalam beberapa bagian yaitu, pada masa berburu dan meramu, masa bercocok tanam tinggal masa perundagian. Berikut ini adalah penjelasan kehidupan pada masa praaksara serta pembagian zamannya.


Masa berburu dan meramu

Pada masa ini kehidupan manusia purba Masih sangatlah sederhana. Dalam kegiatan sehari-hari mereka hanya berburu dan mengumpulkan makanan atau meramu untuk dapat bertahan hidup. Pada masa ini juga kehidupan manusia purba masih terus berpindah-pindah atau nomaden.

Mereka biasanya tinggal di dekat dengan sungai, gua rumah, padang rumput hingga berbagai tempat lainnya yang dekat dengan sumber makanan. Adapun tempat yang bisa mereka tempati dengan aman.

Pada masa ini alat-alat yang gunakan untuk berburu biasanya masih sederhana seperti terbuat dari tulang, batu hingga kayu. Peninggalan pada masa berburu dan meramu ini seperti kapak perimbas sehingga kapak genggam. Dan untuk jenis manusia purba yang hidup pada masa berburu dan meramu ini adalah pithecanthropus erectus dan juga Homo sapiens.

Masa bercocok tanam

Pada masa bercocok tanam ini manusia purba telah memulai untuk hidup menetap. Hal ini dikarenakan mereka sudah mulai tidak tergantung lagi kepada alam namun mereka Sedang berpikir bagaimana caranya untuk mengolah makanan itu dengan cara bercocok tanam di ladang. Mereka mulai belajar sedikit demi sedikit untuk menghasilkan berbagai macam jenis makanan yang bisa dihasilkan.

Pada masa ini alat-alat yang digunakan juga sudah cukup modern contohnya seperti kapak lonjong, Beliung persegi, mata panah mata tombak. Selain itu mereka juga telah menggunakan yang namanya gerabah dan juga alat yang terbuat dari kayu. Berikut ini adalah ciri-ciri kehidupan pada masa bercocok tanam:
  1. Manusia telah hidup menetap dan mulai membuat perkampungan serta kelompok keluarga.
  2. Memiliki lahan pertanian mereka sendiri.
  3. telah mengenal memelihara hewan baik untuk berburu maupun untuk makanan mereka
  4. Memiliki alat-alat yang maju daripada masa berburu dan meramu.

Masa Perundagian

Kehidupan manusia pada masa perundagian sudah lebih teratur hal ini dilihat karena mereka telah memiliki sistem kepemimpinan meskipun kegiatan seperti berburu dan juga pemeliharaan tetap dilangsungkan namun kehidupan ini sudah cukup baik. Berikut ini adalah ciri-ciri pada masa perundagian:
  • Telah memiliki susunan masyarakat yang lebih kompleks
  • Memiliki sistem pembagian kerja
  • Mampu melebur bijih besi
  • Mulai mengenal perdagangan antar pulau
kehidupan masa praaksara ini dibagi juga ke dalam beberapa zaman yaitu sebagai berikut.

Zaman Batu

Dinamakan zaman batu, karena pada zaman ini semua peralatan yang digunakan telah terbuat dari batu dari pada zaman ini juga dibagi menjadi kedalam beberapa zaman lagi yaitu sebagai berikut.

Zaman batu tua atau Paleolitikum

Pada zaman ini berlangsung sekitar 2,5 juta tahun SM. Pada masa ini semua alat yang dibuat masih sangatlah kasar namun pada masa ini ada juga peralatan yang terbuat dari kayu, tulang dan juga duri ikan.

Beberapa peralatan pada zaman ini yang ditemukan di wilayah Pacitan berupa kapak perimbas, kapak penetak, kapak genggam ataupun serpih yang digunakan untuk memotong ataupun penusuk.

Pada masa ini manusia yang hidup masih berpindah alias nomaden hal ini dikarenakan mereka masih sangat bergantung terhadap alam, sehingga biasanya mereka akan tinggal ditekan dengan Sungai, perbukitan dan beberapa tempat yang banyak dengan sumber daya makanan.

Zaman batu tengah atau Mesolithikum


Pada zaman mesolitikum ini peralatan yang digunakan telah lebih baik dari pada zaman paleolitikum. Hal ini dikarenakan pada zaman ini gunakan telah diasah meskipun belum halus. Bentuk kehidupannya juga telah menetap dan tidak bergantung kepada alam mereka biasanya akan membangun rumah mereka sendiri yang terbuat dari ranting-ranting ingat tinggal di Gua.

Beberapa peninggalan pada zaman ini seperti sisa-sisa kulit kerang atau kjokkenmodinger (sampah dapur) yang ditemukan di pantai Aceh dan juga Sumatera Utara serta di gua sampung wilayah Ponorogo.

Untuk peralatan yang mereka gunakan sendiri seperti pebble atau kapak genggam Sumatera(sumatralith). Serta Kapak pendek dan juga batu-batuan penggiling.

Pada masa ini mereka telah tinggal di gua-gua setelah mengenal pembagian sistem kerja untuk memenuhi kebutuhan mereka. Mereka juga telah mengenal seni yang biasanya dilukiskan di dinding-dinding gua yang terinspirasi dari lingkungan alam sekitar mereka contohnya adalah seperti di gua Leang pattae di wilayah Sulawesi Selatan dan juga seni Cadas di gua harimau Kota Baturaja Sumatera Selatan.

Zaman batu Muda atau Neolitikum


Pada zaman ini telah digunakan alat yang terbuat dari batu yang telah diasah dan sudah memperhatikan nilai estetika peralatan pada zaman batu muda ini ditemukan di wilayah Irian atau Indonesia bagian timur namun untuk kapak persegi banyak ditemukan di wilayah Jawa Barat yaitu Indonesia bagian barat.

Pada zaman ini kehidupan masyarakatnya sudah semakin maju, mereka juga tidak hanya hidup secara menetap saja namun mereka telah melakukan cocok tanam yang kemudian membentuk suatu perkampungan meskipun belum secara teratur.

Manusia pada saat itu juga telah mengenal sistem kepercayaan, salah satunya seperti ketika ada salah satu keluarga yang meninggal maka akan di berikan seperti hiasan, peralatan dan berbagai macam lainnya yang mereka percayai akan membantu kehidupan selanjutnya.

Zaman batu besar atau Megalitikum

Pada zaman batu besar biasanya ditemukan bangunan-bangunan perutnya besar, dan masih sangat kasar dalam proses pembuatannya. Pada masa ini banyak ditemukan di wilayah jawa, kalimantan rumah sumatera selatan hingga Sulawesi Tengah. Bangunan-bangunan terbuat dari batu besar contohnya adalah sebagai berikut:

  1. Menhir yaitu sebuah tugu batu yang dapat digunakan sebagai bentuk pemujaan arwah nenek moyang
  2. Keranda yaitu sebagai peti jenazah yang terbuat dari batu
  3. Dolmen yaitu meja dari batu yang dapat digunakan sebagai tempat untuk menyimpan sesaji
  4. Kubur batu yaitu bangunan yang dibuat dari lempengan batu sebagai tempat untuk menyimpan mayat
  5. Punden berundak yaitu bangunan yang terbuat dari batu yang disusun secara bertingkat-tingkat yang digunakan sebagai tempat untuk memuja arwah nenek moyang
  6. Arca patung biasanya arca atau patung ini digunakan sebagai bentuk pemujaan atau melambangkan nenek moyang mereka.
Zaman logam

Pada zaman logam peralatan yang digunakan telah lebih baik daripada zaman batu. Kehidupan pada zaman logam ini masih bisa kita jumpai seperti saat ini seperti peralatan dapur yang terbuat dari besi, tembaga ataupun perunggu. Berikut ini adalah beberapa bagian pada zaman logam.

Zaman perunggu

Yaitu zaman dimana banyak peralatan yang terbuat dari perunggu Contohnya seperti kapak rumah tombak kapak corong, bejana perunggu, nekara, Perhiasan dan juga Moko.

Zaman besi

Zaman besi yaitu dimana manusia telah memiliki kemampuan untuk melebur biji besi dan peralatan yang dihasilkan Contohnya seperti pisau, ombak rumah mata panah sabit, dan mata bajak.

Zaman tembaga

Untuk zaman tembaga di Indonesia tidak mengalami zaman ini, dikarenakan Tidak ditemukannya peninggalan yang terbuat dari tembaga di Indonesia sehingga setelah zaman perunggu Indonesia langsung memasuki zaman besi.

Demikianlah penjelasan mengenai sejarah kehidupan masa praaksara di Indonesia, semoga informasi ini bisa bermanfaat salam jas merah.
Peradaban Hindu Budha di Indonesia materi sejarah kelas 7

Peradaban Hindu Budha di Indonesia materi sejarah kelas 7

Sejarah Peradaban Hindu Buddha di Indonesia

Sejarah Peradaban Hindu Budha di Indonesia materi sejarah kelas 7


Agama Hindu dan Budha sebelum masuk ke Indonesia telah lebih dulu berkembang yang di India. Perkembangan agama Hindu Budha di India ini terutama pada masa dinasti maurya. Namun ketika dinasti maurya ini mengalami kemunduran agama Hindu mulai berkembang di luar wilayah India termasuk ke Indonesia, berikut ini adalah sejarah perkembangan dari peradaban Hindu Budha di Indonesia.

1 Sejarah agama Hindu

Lahirnya agama Hindu ini merupakan bentuk sinkretisme antara kepercayaan dari bangsa Arya dan juga dari bangsa Dravida yang pada saat itu memasuki tahun 1500 sebelum Masehi penduduk asli India yaitu bangsa Dravida berhasil di tahu kan oleh bangsa Arya. Dan sejak penaklukan itulah agama hindu ini mulai lahir dan berkembang.

Dalam agama Hindu memiliki banyak Dewa namun hanya tiga dewa yang selalu dipuja oleh agama Hindu yang dikenal sebagai tri Murti yaitu Dewa Brahmana atau Dewa pencipta, dewa Siwa atau Dewa perusak, dan juga Dewa Wisnu atau Dewa pelindung. 

Dan dalam kepercayaan agama hindu ini manusia yang hidup pada masa saat ini merupakan reinkarnasi dari pada kehidupan sebelumnya dalam agama Hindu mempercayai bahwa seseorang akan dilahirkan kembali dengan Samsara atau sengsara, apabila di kehidupan sebelumnya melakukan banyak dosa atau kesalahan.

Agama hindu ini mengajarkan bahwa manusia memiliki tujuan agar dapat menyatu kembali kepada sumber dari segala sumber yang ada yaitu Brahmana. Hal ini dikarenakan hidup ini didefinisikan sebagai penderitaan sehingga tujuan dari pencapaian tertinggi adalah bagaimana orang tersebut agar tidak dilahirkan kembali supaya saya tidak menderita.

Sehingga tujuan dari manusia dilahirkan kembali dalam agama Hindu ini agar manusia tersebut memperbaiki kesalahannya hingga mencapai Nirwana yang terbebas dari segala bentuk penderitaan dan terlahir kembali. Dalam agama Hindu terdapat kasta yang membedakan antara golongan satu dan yang lainnya. 

Hal ini bertujuan untuk membedakan dan juga menjaga kemurniaan dari ras bangsa Arya yang dianggap sebagai ras terbaik oleh agama Hindu hal ini bertolak belakang dengan ras Dravida yang dianggap kasta paling rendah. Berikut ini adalah 4 kasta dalam agama Hindu.

Kasta Brahmana yaitu kasta tertinggi dalam agama Hindu kasta Brahmana ini bertugas untuk menjalankan suatu pemerintahan seperti contohnya adalah para pendeta pemuka agama dalam melaksanakan ritual keagamaan.

Kasta Ksatria yaitu itu kasta yang memiliki tugas untuk menjalankan suatu pemerintahan contohnya adalah wah para raja gomabal dan juga prajurit.

Kasta waisya yaitu kasta yang berasal dari golongan rakyat jelata seperti contohnya adalah petani dan juga para pedagang

Kasta Sudra yaitu kasta yang paling rendah Seperti contohnya adalah Budak.

2. Sejarah agama Budha

Agama Buddha sebenarnya pada awalnya bukanlah agama melainkan sebuah pemahaman yang terakhir dari perkembangan paham jadi agama Hindu. Ini juga bisa disebut sebagai buddhisme paham ini baru muncul setelah terjadinya protes terhadap perbedaan Kasta terutama terhadap kasta Brahmana yang dianggap terlalu banyak memiliki hak membedakan kedudukan seseorang sehingga masyarakat saat itu merasa tidak adil.

Kemudian paham budhisme ini mulai dikembangkan dan disebarluaskan oleh seseorang yang bernama Sidharta Budha Gautama yaitu seseorang yang berasal dari kerajaan kapilawastu dan putra dari raja suddhodana. Sidharta Budha Gautama ini termasuk keturunan dari bangsa Sakya dan Sejak saat itu paham yang ia ajarkan ini berkembang menjadi agama baru yang dikenal sebagai agama Buddha.

Dalam agama Buddha memiliki konsep untuk mengajarkan bahwa hidup adalah penderitaan dan penderitaan tersebut terjadi karena ketidaktahuan mereka atau manusia mengenai kebenaran yang Hakiki atau kebenaran mutlak. Dan terdapat jalan keluar untuk mengatasi ketidaktahuan manusia tersebut atau Awidya yaitu dengan cara melakukan atau melalui jalan kebenaran yang harus mereka atau manusia tempuh selama hidupnya.

Penganut agama Buddha ini sangat mempercayai bahwa tujuan hidup dari manusia adalah untuk menghentikan reinkarnasi karena hal tersebut merupakan penderitaan yang sifatnya sementara. Namun jika reinkarnasi itu terus dilakukan secara terus menerus maka itu disebut penderitaan yang sebenarnya sehingga agama Buddha ini mengajarkan konsep bahwa manusia harus menghindari reinkarnasi sehingga dapat mencapai Nirwana.

Orang yang terbebas dari reinkarnasi atau lahir kembali disebut sebagai moksha yang terdapat dalam buku Tripitaka dalam agama Buddha. Ternyata agama Budha ini memiliki persamaan konsep antara agama Hindu Siwa yaitu tentang konsep kebenaran yang Hakiki dimana isi konsep tersebut manusia dapat meleburkan diri kedalam yang mutlak. 

yaitu berupa kekosongan dan juga Kehampaan meskipun jalan yang mereka tempuh untuk menuju ke Sunyarupa berbeda-beda dih kedua agama tersebut akan tetapi memiliki tujuan yang sama yaitu Moksha atau agar manusia tidak dilahirkan kembali dalam mencapai Nirwana bagi bentuk kehidupan terakhir yang kekal abadi dan terlepas dari penderitaan.

Masuknya Hindu Budha budha ke Indonesia


Memasuki zaman sejarah masyarakat Indonesia ternyata telah berkembang hal ini dilihat setelah adanya corak dari kehidupan masyarakat Indonesia saat itu di bidang pertanian, perekonomian hingga penguasaan berbagai ilmu pengetahuan dan juga teknologi. Masuknya agama hindu-buddha ke indonesia ini tentunya tidak terlepas dari letak geografis Indonesia yang terletak diantara benua Asia dan Australia.

Sehingga membuat Indonesia ini sebagai salah satu wilayah yang sangat strategis dan telah ramai dikunjungi oleh para pedagang-pedagang asing terutama dari bangsa India dan juga Cina. Dan bangsa awal yang datang adalah bangsa India kemudian disusul oleh bangsa Cina untuk berdagang ke Indonesia.

Sehingga Hal inilah yang membuat pengaruh bangsa asing di Indonesia salah satunya adalah agama Buddha dan juga Hindu yang kemudian mempengaruhi berbagai bidang seperti kepandaian menulis, bangunan rumah hingga kesusastraan. Meskipun masuknya agama Hindu dan Buddha ini belum begitu jelas termasuk kapan dan siapa yang membawanya serta cara Apa agama Hindu dan Budha masuk ke Indonesia, namun menurut para ahli pengaruh dari kebudayaan Hindu dan juga Buddha ini berasal dari India yang dibagi ke dalam 5 teori.

Teori Brahmana

Teori Brahmana ini dikemukakan oleh F.D.k. Bosch yang menyatakan bahwa agama Hindu dibawa ke Indonesia oleh kaum Brahmana yang dimana kaum Brahmana ini memang sengaja didatangkan oleh raja-raja dengan tujuan agar mereka ini memiliki kekuasaan dengan cara memberikan legitimasi kepada raja-raja di Indonesia saat itu. Sehingga raja-raja memiliki kedudukan yang setara dengan raja-raja jadi India.

Teori Ksatria

Dalam Teori Ksatria dikemukakan oleh Prof. C.C. Berg yang menyatakan bahwa masuknya agama Hindu ke Indonesia dibawa oleh golongan Ksatria yang mana pada saat itu para raja yang kalah dalam peperangan kemudian menyingkir dan menetap di Indonesia sehingga para raja inilah yang kemudian menyebarkan agama Hindu di Indonesia

Teori Waisya

Pada teori Waisya ini dikemukakan oleh N.J. Krom yang menyatakan bahwa kebudayaan Hindu masuk ke Indonesia ini melalui cara perdagangan dana map sejak dahulu telah ada hubungan antara bangsa India dan juga Indonesia yang diselenggarakan oleh wangsa Waisya. Dan kemudian kasta waisya ini menikahi wanita-wanita dan kemudian menyebarkan kebudayaan Hindu di Indonesia.

Teori Sudra

Teori Sudra ini dikemukakan oleh Van Faber yang menyatakan bahwa di India saat itu telah banyak sekali peperangan sehingga menyebabkan banyak pula yang ditawan dan Indonesia ditempatkan sebagai tempat pembuangan bagi para tawanan tawanan perang yang kemudian tawanan perang inilah yang nantinya menyebarkan kebudayaan Hindu di Indonesia.

Teori Arus Balik


Teori arus balik dikemukakan oleh G,Coedes yang menyatakan bahwa pada saat itu memang telah banyak para pemuda Indonesia belajar agama Hindu dan Buddha langsung ke India dan di sanalah Mereka kemudian mendirikan suatu organisasi yang disebut sebagai Sanggha dan Setelah itu mereka kemudian kembali lagi ke Indonesia untuk menyebarkan kebudayaan agama hindu dan Budha itu di Indonesia

Demikianlah informasi mengenai sejarah perkembangan peradaban hindu-budha di Indonesia, materi selanjutnya akan membahas mengenai bagaimana masuknya pengaruh hindu-buddha ini terhadap kehidupan masyarakat di Indonesia. Semoga informasi ini bisa bermanfaat.